Menyoal Kereta Gantung yang Akan Dibangun di Gunung Bromo dan Rinjani...

Kompas.com - 24/02/2020, 08:30 WIB
Kereta Gantung di Ba Na Hills, Da Nang, Vietnam saat berkabut. ShutterstockKereta Gantung di Ba Na Hills, Da Nang, Vietnam saat berkabut.

KOMPAS.com – Muncul wacana pembangun kereta gantung di dua gunung di Indonesia, yaitu di Gunung Bromo, Jawa Timur dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pembangunan kereta gantung ini bertujuan untuk memajukan sektor pariwisata di dua kawasan tersebut.

Namun wacana pembangunan kereta gantung ini masih memicu perdebatan banyak pihak. Aspek kelestarian lingkungan dan kajian konservasi di dua kawasan itu salah satu yang menjadi pertimbangan. 

Berikut perkembangan mengenai wacana pembangunan kereta gantung di dua gunung tersebut: 

1. Gunung Bromo

Melansir pemberitaan Kompas.com (18/02/2020) Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan sudah ada calon investor untuk pembangunan kereta gantung di kawasan Gunung Bromo.

Meskipun rencana pembangunan tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak.

“Kalau Bromo itu, calon investornya sudah ada,” ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan telah bertemu dengan pihak dari Kementerian Pariwisata dan Bappenas guna pembahasan rencana pembangunan kereta gantung tersebut.

Pihaknya juga mengaku sudah bertemu dengan tokoh adat Suku Tengger serta pelaku wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)

Khofifah mengatakan, mereka mengusulkan supaya kereta gantung dibangun dari kawasan B29, menuju kawasan B30 hingga ke titik spot Seruni.

Sejauh ini, menurut Khofifah koordinator pengembangan kawasan TNBTS ada di kementerian Pariwisata sedangkan roadmap pengembangan ada di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappennas).

Baca juga: Khofifah: Sudah Ada Calon Investor untuk Pembangunan Kereta Gantung di Bromo

Meski begitu, menurutnya, rencana pembangunan kereta gantung itu tetap akan dikoordinasikan dengan pemerintah di daerah penyanggah.

Khofifah saat itu enggan menanggapi adanya penolakan dari sejumlah pihak terkait rencana pembangunan kereta gantung tersebut.

Sebelumnya, terkait dengan rencana pembangunan kereta gantung di Gunung Bromo, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) John Kennedie mengingatkan, pembangunan kereta gantung haruslah melalui berbagai kajian mengingat Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan konservasi.

Berbeda dengan objek wisata lain seperti kebun binatang yang bisa ditambah bangunan apapun, ia menyampaikan semua bangunan di Taman Nasional membutuhkan kajian mulai dari zonasi, daya dukung dan sebagainya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X