Indonesia Tidak Lagi Masuk, Berikut Daftar Negara Berkembang Versi WTO

Kompas.com - 23/02/2020, 17:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Penetapan status negara berkembang 

Menurut WTO, tidak ada pengertian resmi yang ditetapkan untuk kategori negara berkembang atau negara maju.

Negara berkembang di WTO dilakukan dengan dasar penetapan sendiri oleh masing-masing negara meskipun tidak serta merta diterima oleh badan WTO.

Negara-negara anggota lainnya dapat menentang ataupun menyetujui ketika sebuah negara mengumumkan sebagai negara berkembang atau negara maju.

Jadi, negara anggota WTO yang mengumumkan status negaranya tidak dapat secara otomatis memperoleh manfaat dari skema preferensi dari beberapa anggota negara maju seperti Generalized System of Preferences (GSP).

Dalam praktiknya, negara pemberi preferensilah yang memutuskan daftar negara berkembang, yang akan memperoleh manfaat dari preferensi tersebut.

Baca juga: Indonesia Dicoret AS dari Daftar Negara Berkembang, Apa Plus Minusnya?

Artinya, penetapan status untuk diberikan keistimewaan tertentu dalam perdagangan kepada negara berkembang ditentukan oleh masing-masing negara maju yang telah menjadi anggota WTO.

Pemberian perlakuan khusus ini sebenarnya ditujukan untuk membantu negara-negara berkembang keluar dari kemiskinan.

Mengutip WTO, hak-hak tertentu yang diperoleh negara dengan status berkembang contohnya adalah ketentuan dalam beberapa perjanjian dagang WTO yang memberikan kelonggaran lebih lama kepada negara-negara berkembang untuk melakukan transisi sebelum sepenuhnya mengimplementasikan perjanjian.

Sebelum Indonesia, sebenarnya, Amerika Serikat ( AS) telah mengeluarkan sejumlah negara dari daftar negara berkembang WTO, di antaranya adalah Afrika Selatan, Argentina, Brasil, dan India.

Baca juga: Ini Pertimbangan AS Cabut RI dari Status Negara Berkembang

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X