Turun di China, Kasus Virus Corona Melonjak di Korea Selatan, Jepang dan Italia, Ini Datanya..

Kompas.com - 23/02/2020, 12:15 WIB
Orang-orang dan petugas kesehatan memakai masker wajah pelindung di luar rumah sakit di Padua, wilayah Veneto, Italia utara  EPA-EFE/NICOLA FOSSELLA NICOLA FOSSELLAOrang-orang dan petugas kesehatan memakai masker wajah pelindung di luar rumah sakit di Padua, wilayah Veneto, Italia utara EPA-EFE/NICOLA FOSSELLA

KOMPAS.com - Jumlah infeksi virus corona di China disebut menurun. Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan jumlah infeksi corona di Wuhan turun hingga 55 persen pada Sabtu (22/2/2020) jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Diketahui, jumlah infeksi pada hari Jumat (21/2/2020) terdapat 889 kasus, sementara keesokan harinya infeksi baru hanya ada di angka 397 kasus.

Juru bicara Komisi Kesehatan Nasional China, Mi Feng memaparkan data yang ia miliki.
Jumlah kasus infeksi yang masih ditangani di Wuhan pada Jumat adalah 38.020 kasus, angka itu turun di hari Sabtu menjadi 36.680.

Di Hubei, angka infeksi juga menunjukkan penurunan di hari yang sama, dari 13.886 menjadi 10.967 kasus.

Sementara secara nasional, penurunan juga terlihat dari semula 9.141 kasus menjadi 5.637.

"Perubahan itu mengindikasikan penguatan pencegahan dan kontrol secara nasional yang berkelanjutan berpengaruh. Progres positif juga telah ditemukan dalam pengobatan medis, dan angka infeksi yang ada terpantau mengalami penurunan," kata Mi Feng seperti dikutip dari South China Morning Post.

Dengan menurunnya angka infeksi, kota yang semula diisolasi dan ditutup secara total akibat menjadi pusat persebaran virus, kini perlahan sudah mulai dibuka dan berangsur normal.

Baca juga: 1 Kasus Virus Corona Ditemukan di Komplek Pabrik Samsung

Melonjak di luar China

Akan tetapi hal sebaliknya, peningkatan jumlah kasus infeksi virus Cofid-19 yang terkonfirmasi justru terjadi di negara lain, seperti Iran, Jepang, Korea Selatan dan Italia.

Di negara-negara tersebut, infeksi virus yang berasal dari Wuhan ini justru naik tingkat dari epidemik menjadi pandemik.

Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh seorang profesor dari Departemen Penyakit Menular dan Kesehatan Masyarakat, City University, Hong Kong, Dirk Pfeiffer.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X