20 Februari 1979, Letusan dan Gas Beracun di Dieng Tewaskan 149 Orang

Kompas.com - 20/02/2020, 14:07 WIB
Aktivitas Kawah Timbang - Semburan asap dari Kawah Timbang yang mengandung H2S membumbung tinggi di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (2/4). Semburan asap dari Kawah Timbang tersebut merupakan terbesar dalam jangka waktu 30 tahun terakhir. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAAktivitas Kawah Timbang - Semburan asap dari Kawah Timbang yang mengandung H2S membumbung tinggi di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (2/4). Semburan asap dari Kawah Timbang tersebut merupakan terbesar dalam jangka waktu 30 tahun terakhir.

Mereka berusaha lari namun desa sudah terkepung lahar.

Sebagian penduduk bisa kabur melalui bukit-bukit yang lebih tinggi dan jalan-jalan setapak yang belum tertutup lahar.

Kondisi mayat yang ditemukan mengerikan. Mereka tergeletak di jalanan.

Dikatakan sudah tidak seperti mayat, karena ketika dipegang hancur.

Respons pemerintah cepat kala itu. Presiden saat itu Soeharto, justru yang pertama mengemukakan soal adanya bencana alam di pegunungan Dieng itu.

Dia juga segera mengemukakan instruksi penanganannya.

Para menteri justru alpha. Menpen Ali Murtopo yang mengungkapkan hal itu.

Jumlah korban terus berkembang. Hingga 25 Februari korban masih terus dilaporkan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Dibukanya Makam Raja Tutankhamen di Mesir

Gas Berbahaya

Diberitakan Harian Kompas (26/02/1979), korban gas beracun Dieng menjadi 149 orang. Sementara itu pengungsi tercatat 998 orang.

Gas beracun diketahui masih terdeteksi hingga sebulan setelahnya.

Diberitakan Harian Kompas (16/3/1979), Direkorat Vulkanologi di Bandung menerima peralatan untuk mendeteksi gas-gas berbahaya.

Kepala Seksi Pemetaan Gunung Api Direktorat Vulkanologi mengatakan, peralatan ini sejenis dengan yang telah dimiliki dan dipakai untuk mendeteksi gas berbahaya di daerah pegunungan Dieng.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Meteorit Sikhote-Alin Jatuh di Siberia, Rusia

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenang Papa T Bob, Pencipta Lagu Anak yang Populer di Era 90-an

Mengenang Papa T Bob, Pencipta Lagu Anak yang Populer di Era 90-an

Tren
Bisa Menyebar Lewat Udara, Bagaimana Cegah Virus Corona di Ruangan Tertutup?

Bisa Menyebar Lewat Udara, Bagaimana Cegah Virus Corona di Ruangan Tertutup?

Tren
Akhir dari Perdebatan Panjang soal Penularan Virus Corona Melalui Udara

Akhir dari Perdebatan Panjang soal Penularan Virus Corona Melalui Udara

Tren
Viral, Video Detik-detik Mobil Alami Ban Selip hingga Tabrak Pemotor dan Tiang Listrik

Viral, Video Detik-detik Mobil Alami Ban Selip hingga Tabrak Pemotor dan Tiang Listrik

Tren
Pecahkan Rekor Baru Kasus Covid-19, Berikut 3 Penyebab Utamanya...

Pecahkan Rekor Baru Kasus Covid-19, Berikut 3 Penyebab Utamanya...

Tren
4 Jalur Pendakian Gunung Prau Uji Coba Dibuka Hari Ini, Simak Persyaratannya...

4 Jalur Pendakian Gunung Prau Uji Coba Dibuka Hari Ini, Simak Persyaratannya...

Tren
Kajian Terbaru WHO: Bukti-bukti yang Menunjukkan Transmisi Virus Corona Melalui Udara

Kajian Terbaru WHO: Bukti-bukti yang Menunjukkan Transmisi Virus Corona Melalui Udara

Tren
Update Proses Penularan Virus Corona dan Cara Pencegahannya dari WHO

Update Proses Penularan Virus Corona dan Cara Pencegahannya dari WHO

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Peluncuran Satelit Komunikasi Pertama di Dunia

Hari Ini dalam Sejarah: Peluncuran Satelit Komunikasi Pertama di Dunia

Tren
Memahami Aktivitas Gunung Merapi Saat Ini...

Memahami Aktivitas Gunung Merapi Saat Ini...

Tren
Begini Cara Singapura Gelar Pemilu di Tengah Pandemi Covid-19

Begini Cara Singapura Gelar Pemilu di Tengah Pandemi Covid-19

Tren
Kawal Covid-19: Pandemi Indonesia Baru Dimulai, Apa Kata Gugas Tugas?

Kawal Covid-19: Pandemi Indonesia Baru Dimulai, Apa Kata Gugas Tugas?

Tren
Update Virus Corona 10 Juli 2020: 12,3 Juta Orang Terinfeksi, Ini 5 Negara dengan Kasus Tertinggi

Update Virus Corona 10 Juli 2020: 12,3 Juta Orang Terinfeksi, Ini 5 Negara dengan Kasus Tertinggi

Tren
Saat Bali Jadi Tuan Rumah Pertama Aksi Pengembalian Lumba-lumba Tawanan ke Alam...

Saat Bali Jadi Tuan Rumah Pertama Aksi Pengembalian Lumba-lumba Tawanan ke Alam...

Tren
Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Berikut 3 Cara Menekan Laju Penyebaran Virus Corona

Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Berikut 3 Cara Menekan Laju Penyebaran Virus Corona

Tren
komentar
Close Ads X