Kisah WNI yang Dikarantina di Natuna dan Kenangan Hari-hari yang Berkesan...

Kompas.com - 16/02/2020, 20:05 WIB
Beberapa WNI yang dikarantina di Natuna saat melakukan makan bersama. FadilBeberapa WNI yang dikarantina di Natuna saat melakukan makan bersama.

Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan pembersihan masing-masing tenda seperti menyapu, mengepel, dan membersihkan meja makan.

Adapun tenda yang disediakan, kata Fadil, berjumlah 20 tenda. Satu tenda digunakan untuk 20 orang.

"Selesai itu, dilanjutkan dengan senam pagi hingga jam 7 pagi, lalu kami lanjut sarapan pagi kemudian bebas agendanya hingga jam 10 pagi," kisah Fadil.

Pada pukul 10.00 pagi, biasanya petugas kesehatan melakukan pengecekan suhu tubuh.

Kemudian, dilanjutkan dengan makan siang yang dimulai pada pukul 12.00. Sore hari, sekitar pukul 15.30 atau selesai shalat ashar, digelar senam sore.

"Pas malam biasanya jam 8, itu ada sesi sharing seperti pemutaran video profil dari TNI, Kemenkes, dan sejarah karantina," ungkap Fadil.

Ia mengatakan, pada pukul 22.00, semua aktivitas dihentikan dan disarankan untuk beristirahat oleh pihak TNI.

Baca juga: Pelukan Erat dan Tangis Rusdiana Sambut Anaknya Usai Dikarantina di Natuna

Asupan makanan

Dalam hal asupan makanan, menurut Fadil, kecukupan gizi warga yang dikarantina sangat diperhatikan.

"Makanan yang diberikan itu sehari 3 kali, sarapan, makan siang, makan malam. Lalu diberikan juga snack sebanyak 3 kali juga," kata dia.

Semua masakan tersebut, lanjut Fadil, dimasak oleh para prajurit TNI.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X