Viral Skull Breaker Challenge, Jangan Asal Ikut-ikutan, Bisa Berujung Kematian

Kompas.com - 16/02/2020, 19:01 WIB
Viral video tantangan Skull Breaker Challenge di media sosial. Twitter: @yasalebanonViral video tantangan Skull Breaker Challenge di media sosial.

KOMPAS.com - Dalam sepekan ini, media sosial tengah ramai dengan viral tantangan yang dinamakan Skull Breaker Challenge, yang trending dengan tanda pagar #skullbreakerchallenge.

Tantangan yang dilakukan dengan melibatkan tiga orang ini dinilai sangat membahayakan, dan banyak diunggah di TikTok maupun Twitter.

Awalnya tantangan ini viral di media sosial setelah video yang diunggah oleh akun Twitter Yasa for Road Safety, @yasalebanon, pada Kamis (13/2/2020).

Dalam video berdurasi 4 detik itu, terlihat tiga orang remaja berdiri berjajar. Kemudian, ada seseorang memberikan aba-aba agar mereka lompat berbarengan.

Namun, remaja yang berdiri di tengah terjatuh karena saat melompat kakinya dijegal oleh dua temannya.

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa anak tersebut meninggal dunia karena mengalami pendarahan saat melakukan Skull Breaker Challenge. Belum diketahui apakah informasi ini benar atau tidak.

Baca juga: Viral Bintik Putih pada Ikan Lele Disebut Mengandung Cacing, Benarkah?

Meski demikian, video dengan aksi yang sama beredar di media sosial.

Salah satu video menunjukkan tiga orang pria melakukan tantangan yang sama dalam video berdurasi 43 detik.

Setelah melakukan aksi tantangan itu, pria yang berdiri di tengah tergeletak dan tidak bergerak. 

Banyak yang mengingatkan bahaya dari tantangan ini dan imbauan agar tak melakukan hal yang sama.

Apa bahaya di balik #skullbreakerchallenge ini?

Penjelasan medis

Dokter Spesialis Ortopedi yang juga Sekjen Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI), Dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT, menjelaskan, melakukan tindakan seperti dalam skull breaker challenger dapat berakibat fatal, di antaranya menyebabkan kecacatan, bahkan kematian.

"Ini bukan bahaya lagi. Fatal bisa menyebabkan kematian dan kecacatan/kelumpuhan akibat cedera tulang belakang," ujar Adib saat dihubungi Kompas.com, Minggu (16/2/2020).

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

28 Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Dibatalkan Selama Sebulan, Ini Daftarnya...

28 Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Dibatalkan Selama Sebulan, Ini Daftarnya...

Tren
Jangan Main-main dengan Virus, Lakukan Beberapa Hal Ini untuk Cegah Tertular Virus Corona

Jangan Main-main dengan Virus, Lakukan Beberapa Hal Ini untuk Cegah Tertular Virus Corona

Tren
[POPULER TREN] Kasus Corona di Jerman | Gejala Infeksi Covid-19 pada Anak

[POPULER TREN] Kasus Corona di Jerman | Gejala Infeksi Covid-19 pada Anak

Tren
Negara Mana Saja yang Belum Melaporkan Kasus Positif Virus Corona?

Negara Mana Saja yang Belum Melaporkan Kasus Positif Virus Corona?

Tren
Suka Gunakan Lipstik Warna Merah? Berikut Sejarahnya, dari Simbol Keberanian hingga Kebebasan

Suka Gunakan Lipstik Warna Merah? Berikut Sejarahnya, dari Simbol Keberanian hingga Kebebasan

Tren
Gambar Peta Karantina, Ini Cerita Seniman Saat Jalani Isolasi

Gambar Peta Karantina, Ini Cerita Seniman Saat Jalani Isolasi

Tren
Mengapa Cacing Keluar ke Permukaan Tanah Setelah Turun Hujan?

Mengapa Cacing Keluar ke Permukaan Tanah Setelah Turun Hujan?

Tren
Daftar 5 Petinggi Dunia yang Positif Virus Corona, dari Boris Johnson hingga Pangeran Charles

Daftar 5 Petinggi Dunia yang Positif Virus Corona, dari Boris Johnson hingga Pangeran Charles

Tren
Lebih dari 21.000 Pemudik Pulang ke Wonogiri, Ini Imbauan Bupati

Lebih dari 21.000 Pemudik Pulang ke Wonogiri, Ini Imbauan Bupati

Tren
Begini Karantina yang Dilakukan China untuk Mencegah Virus Corona

Begini Karantina yang Dilakukan China untuk Mencegah Virus Corona

Tren
Hindari Corona, Para Ahli Sarankan Ganti Lensa Kontak dengan Kacamata

Hindari Corona, Para Ahli Sarankan Ganti Lensa Kontak dengan Kacamata

Tren
Seekor Kucing di Belgia Ditemukan Terinfeksi Virus Corona

Seekor Kucing di Belgia Ditemukan Terinfeksi Virus Corona

Tren
Pasien Covid-19 Tembus 1.155 Orang, Korsel Prioritaskan Ekspor Test Kit Corona ke Indonesia

Pasien Covid-19 Tembus 1.155 Orang, Korsel Prioritaskan Ekspor Test Kit Corona ke Indonesia

Tren
Cegah Corona, Cuci Tangan dengan Sabun Lebih Baik dari Hand Sanitizer

Cegah Corona, Cuci Tangan dengan Sabun Lebih Baik dari Hand Sanitizer

Tren
Mengapa Petugas Kesehatan di Singapura Sedikit yang Terinfeksi Virus Corona?

Mengapa Petugas Kesehatan di Singapura Sedikit yang Terinfeksi Virus Corona?

Tren
komentar
Close Ads X