Mengenal Maria Ulfah Soebadio, Menteri Perempuan Pertama Indonesia

Kompas.com - 16/02/2020, 11:34 WIB
Jenazah Maria Ulfah Soebadio dimakamkan di TMP Kalibata melalui suatu upacara kenegaraan yang dipimpin Menteri Negara Urusan Peranan Wanita, Ny. A. Sulasikin Murpratomo pada Sabtu (16/4/1988) KOMPAS/KARTONO RIYADIJenazah Maria Ulfah Soebadio dimakamkan di TMP Kalibata melalui suatu upacara kenegaraan yang dipimpin Menteri Negara Urusan Peranan Wanita, Ny. A. Sulasikin Murpratomo pada Sabtu (16/4/1988)

Saat Kongres Perempuan II tahun 1935 di Jakarta, Maria mulai menyuarakan cita-citanya untuk memperbaiki nasib perempuan.

Dalam kesempatan itu, ia mengusulkan pembentukan suatu biro konsultasi perkawinan guna melindungi wanita yang telah menikah.

Pada 1937, biro itu pun didirakan sekaligus menjadi cikal bakal dari BP4 (Badan Penasehat Perkawinan dan Penyelesaian Perceraian).

Menyusul kemudian biro yang dinamakan Komisi Perlindungan Kaum Perempuan dan Anak Indonesia (KPKPAI) pada 1939 yang kemudian diubah menjadi Badan Perlindungan Perlindungan Indonesia (BPPI) pada Kongres Perempuan III.

Sempat menjadi guru sekolah Muhammadiyah di Keramat, Jakarta, Maria kemudian ditunjuk menjadi Menteri Sosial di era Sjahrir.

Penunjukan Maria disebut untuk membantu pengurusan pengembalian tawanan interniran yang terdiri dari Belanda, Perancis dan keturunan Indo.

"Karena itu, Bung Sjahrir yang menjadi Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri RI mendesak saya menerima jabatan itu," kata Maria dalam Harian Kompas, 21 Desember 1980.

Menurut Maria, tujuan Sjahrir menunjuknya sebagai menteri juga untuk meyakinkan Sekutu bahwa Indonesia bukan boneka Jepang.

Baca juga: 5 Tokoh Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia, Siapa Saja Mereka?

Pendirian kantor berita Antara

Dalam tradisi Jepang saat itu, kedudukan wanita dipandang rendah.

"Saya menerima tugas dari Bung Sjahrir demi kemanusiaan. Apalagi sebagian besar tawanan adalah wanita," kata Maria.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Scan Negatif Film Kini Lebih Mudah Pakai Aplikasi di Ponsel

Viral, Scan Negatif Film Kini Lebih Mudah Pakai Aplikasi di Ponsel

Tren
Haji 2020 Batal, Ini Dua Peristiwa Lain yang Pernah Membuat Haji Batal Dilaksanakan

Haji 2020 Batal, Ini Dua Peristiwa Lain yang Pernah Membuat Haji Batal Dilaksanakan

Tren
Viral Twit soal Kondisi Tubuh Ketika Terinfeksi Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Viral Twit soal Kondisi Tubuh Ketika Terinfeksi Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Tren
Menuju New Normal, Apa Saja yang Harus Dibawa Saat Keluar Rumah?

Menuju New Normal, Apa Saja yang Harus Dibawa Saat Keluar Rumah?

Tren
Viral, Video Detik-detik Crane di Malang Terjungkir karena Tak Kuat Angkat Potongan Pohon

Viral, Video Detik-detik Crane di Malang Terjungkir karena Tak Kuat Angkat Potongan Pohon

Tren
Ini Cara Bayar UTBK Lewat ATM, Mobile Banking, dan Internet Banking di Tiga Bank

Ini Cara Bayar UTBK Lewat ATM, Mobile Banking, dan Internet Banking di Tiga Bank

Tren
Ahli Ingatkan Potensi Penularan Virus Corona dalam Aksi Demonstrasi di AS

Ahli Ingatkan Potensi Penularan Virus Corona dalam Aksi Demonstrasi di AS

Tren
Viral, Video Anggota Marinir Adu Mulut dengan Warga yang Tak Mau Gunakan Masker

Viral, Video Anggota Marinir Adu Mulut dengan Warga yang Tak Mau Gunakan Masker

Tren
Yang Paling Terdampak Covid-19: Masyarakat Miskin, Rentan Miskin, Pekerja Informal

Yang Paling Terdampak Covid-19: Masyarakat Miskin, Rentan Miskin, Pekerja Informal

Tren
Viral Foto Bukit Alas Bandawasa Bogor, New Normal, dan Imbauan Kemenparekraf...

Viral Foto Bukit Alas Bandawasa Bogor, New Normal, dan Imbauan Kemenparekraf...

Tren
Melihat Dampak di Korea Selatan hingga Perancis Setelah Sekolah Dibuka Kembali...

Melihat Dampak di Korea Selatan hingga Perancis Setelah Sekolah Dibuka Kembali...

Tren
[KLARIFIKASI] Penjelasan Zona Hitam Surabaya, Bukan Hitam tetapi Merah Tua

[KLARIFIKASI] Penjelasan Zona Hitam Surabaya, Bukan Hitam tetapi Merah Tua

Tren
INFOGRAFIK: Mengenal Apa Itu Tapera, Peserta, Syarat, dan Besaran Iurannya

INFOGRAFIK: Mengenal Apa Itu Tapera, Peserta, Syarat, dan Besaran Iurannya

Tren
Survei BPS: Kelompok Usia di Bawah 45 Tahun Paling Tidak Taat Imbauan Pencegahan Covid-19

Survei BPS: Kelompok Usia di Bawah 45 Tahun Paling Tidak Taat Imbauan Pencegahan Covid-19

Tren
Warganet Ambyar Saat Kehilangan Paket 2,5GB, Ini Klarifikasi Tri...

Warganet Ambyar Saat Kehilangan Paket 2,5GB, Ini Klarifikasi Tri...

Tren
komentar
Close Ads X