Bersiap SNMPTN 2020, Ini 10 Prodi Saintek dan Soshum dengan Saingan Terketat SNMPTN 2019

Kompas.com - 16/02/2020, 09:36 WIB
Ilustrasi. HARIAN KOMPAS Ilustrasi.
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SNMPTN) 2020 dilakukan secara online.

Pendaftaran mahasiswa baru yang dilakukan dengan menggunakan nilai akademik ini berlangsung hingga 27 Februari 2020 mendatang.

Meskipun tanpa melalui tes, persaingan SNMPTN tak kalah ketat.

Berdasarkan data LTMPT 2019, sebanyak 92.331 siswa dinyatakan lolos dari total pendaftar 478.608 siswa, termasuk 26.217 siswa penerima bidik misi.

Sejumlah program studi (prodi), baik rumpun Saintek dan Soshum tercatat mempunyai saingan terketat.

Baca juga: Pendaftaran SNMPTN Dimulai Besok, Ini Cara Mendaftar dan Kuotanya

Saintek

Berikut 10 prodi saintek dengan saingan terketat dalam SNMPTN 2019:

1. Prodi Teknik Informatika Universitas Padjajaran ( Unpad)

2. Prodi Teknik Informatika Universitas Hasanuddin ( Unhas)

3. Prodi Farmasi Universitas Jenderal Soedirman ( Unsoed)

4. Prodi Pendidikan Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)

5. Prodi Farmasi Universitas Padjajaran (Unpad)

6. Prodi Farmasi Universitas Syah Kuala

7. Prodi Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro ( Undip)

8. Prodi Psikologi Universitas Padjajaran (Unpad)

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bikin Masker Sendiri di Rumah, Ini Bahan yang Paling Baik Menurut Penelitian

Bikin Masker Sendiri di Rumah, Ini Bahan yang Paling Baik Menurut Penelitian

Tren
 4 Kepala Negara yang Sumbangkan Gaji Perangi Covid-19, dari Donald Trump hingga Erdogan

4 Kepala Negara yang Sumbangkan Gaji Perangi Covid-19, dari Donald Trump hingga Erdogan

Tren
Kemenag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Kemenag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Tren
Ingin Membuat Masker Kain Rumahan? Coba Tutorial Ini!

Ingin Membuat Masker Kain Rumahan? Coba Tutorial Ini!

Tren
Angka Kematian Akibat Corona di Jerman Rendah, Ini Beberapa Alasannya

Angka Kematian Akibat Corona di Jerman Rendah, Ini Beberapa Alasannya

Tren
Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Pertamina Siapkan 52 Kamar Hotel untuk Tenaga Medis

Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Pertamina Siapkan 52 Kamar Hotel untuk Tenaga Medis

Tren
Amankah Donor Darah Saat Pandemi Virus Corona? Ini Penjelasan PMI

Amankah Donor Darah Saat Pandemi Virus Corona? Ini Penjelasan PMI

Tren
Dampak Virus Corona, Kasus KDRT di Dunia Meningkat akibat Covid-19

Dampak Virus Corona, Kasus KDRT di Dunia Meningkat akibat Covid-19

Tren
Kucing Disebut Dapat Tertular Virus Corona, Ahli: Belum Tentu Menular ke Manusia

Kucing Disebut Dapat Tertular Virus Corona, Ahli: Belum Tentu Menular ke Manusia

Tren
Bagaimana Cara Melindungi Hewan Peliharaan dari Infeksi Virus Corona?

Bagaimana Cara Melindungi Hewan Peliharaan dari Infeksi Virus Corona?

Tren
2.491 Orang Positif Covid-19 di Indonesia, Ini Rincian Kasus di 32 Provinsi

2.491 Orang Positif Covid-19 di Indonesia, Ini Rincian Kasus di 32 Provinsi

Tren
Update Virus Corona di Dunia, Berikut 10 Negara dengan Kasus Tertinggi

Update Virus Corona di Dunia, Berikut 10 Negara dengan Kasus Tertinggi

Tren
Kasus Infeksi Melonjak, Jepang Umumkan Status Darurat Nasional Virus Corona

Kasus Infeksi Melonjak, Jepang Umumkan Status Darurat Nasional Virus Corona

Tren
Wajib Pakai Masker, Cermati 5 Hal Ini jika Gunakan Masker Kain

Wajib Pakai Masker, Cermati 5 Hal Ini jika Gunakan Masker Kain

Tren
Berikut Penjelasan Kenapa Masa Karantina Corona Harus Dilakukan 14 Hari

Berikut Penjelasan Kenapa Masa Karantina Corona Harus Dilakukan 14 Hari

Tren
komentar
Close Ads X