Di Sini "Kering", Beberapa Meter di Depan Hujan Deras, Kok Bisa? Ini Penjelasan BMKG

Kompas.com - 15/02/2020, 11:19 WIB
Tangkapan layar dari video menampilkan adanya batasan antara wilayah yang hujan dan kering. Twitter: Merapi NewsTangkapan layar dari video menampilkan adanya batasan antara wilayah yang hujan dan kering.

KOMPAS.com - Sebuah video yang menunjukkan di sebuah lokasi "kering" alias tidak hujan, sementara beberapa meter di depannya tampak hujan turun dengan lebat beredar di media sosial, Kamis (13/2/2020).

Video itu diunggah seorang pengguna akun Twitter yang kemudian diteruskan akun Twitter Merapi News, @merapi_news ini.

Sejumlah netizen memberikan komentarnya setelah melihat video ini.

Disebutkan, yang terekam di video terjadi di Jalan Kaliurang, Dusun Ngangkruk, Kabupaten Sleman.

Fenomena hujan seperti kerap terjadi. Kompas.com meminta penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk mengetahui lebih jauh soal fenomena ini.

Baca juga: BMKG: Hujan Lebat di DIY Masih Berpotensi 2 Hari ke Depan

Disebut "batas hujan"

Kepala Subbidang Prediksi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Agie Wandala mengungkapkan, fenomena tersebut umumnya disebut sebagai "batas hujan".

Ia menyebutkan, fenomena batas hujan ini biasa dan sering terjadi.

"Fenomena yang biasa terjadi, lazim saja. Saya lebih sering menyebutnya sebagai 'batas hujan'" ujar Agie saat dihubungi Kompas.com, Jumat (14/2/2020).

Selain itu, lanjut dia, ada sejumlah karakteristik curah hujan termasuk ragam pola penyebab hujan itu terjadi.

"Salah satu fenomena yang lazim terjadi di wilayah kita yang merupakan benua maritim tropis adalah banyaknya pembentukan awan hujan dikarenakan atmosfer kita yang basah. Sehingga sering kali terjadi fenomena hujan dalam skala lokal," ujar Agie.

Baca juga: Viral Aksi 7 Prajurit TNI Selamatkan Penumpang yang Jatuh ke Laut, Ini Ceritanya...

Menurut dia, salah satu contoh hujan skala lokal yakni hujan yang terjadi karena satu sumber awan yang tidak begitu besar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini dalam Sejarah: Astronot AS John Glenn Jalankan Misi Terbangkan Friendship 7

Hari Ini dalam Sejarah: Astronot AS John Glenn Jalankan Misi Terbangkan Friendship 7

Tren
Update Virus Corona Covid-19: 2.120 Kematian, 75.291 Terinfeksi, 14.452 Orang Sembuh

Update Virus Corona Covid-19: 2.120 Kematian, 75.291 Terinfeksi, 14.452 Orang Sembuh

Tren
Sensus Penduduk Online 2020, Ini Metode dan Daftar Pertanyaannya

Sensus Penduduk Online 2020, Ini Metode dan Daftar Pertanyaannya

Tren
Iran Umumkan 2 Kematian akibat Virus Corona Covid-19, Pertama di Timur Tengah

Iran Umumkan 2 Kematian akibat Virus Corona Covid-19, Pertama di Timur Tengah

Tren
PT KAI Buka Lowongan untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya...

PT KAI Buka Lowongan untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya...

Tren
Kolaborasi dengan Supreme, 3 Keping Biskuit Oreo Ditawar Rp 6,9 Juta

Kolaborasi dengan Supreme, 3 Keping Biskuit Oreo Ditawar Rp 6,9 Juta

Tren
[POPULER TREN] Baut di Sup Penumpang Pesawat | Kajian Terbaru Virus Corona

[POPULER TREN] Baut di Sup Penumpang Pesawat | Kajian Terbaru Virus Corona

Tren
Kajian Terbaru, Berikut Jenis Pasien Paling Rentan Terinfeksi Virus Corona

Kajian Terbaru, Berikut Jenis Pasien Paling Rentan Terinfeksi Virus Corona

Tren
Data Tidak Lengkap Saat Input Sensus Penduduk Online 2020, Berikut Cara Memperbaikinya

Data Tidak Lengkap Saat Input Sensus Penduduk Online 2020, Berikut Cara Memperbaikinya

Tren
Karantina Kapal Diamond Princess Usai, 542 Orang Termasuk 4 WNI Positif Virus Corona

Karantina Kapal Diamond Princess Usai, 542 Orang Termasuk 4 WNI Positif Virus Corona

Tren
Salah Input Data di Sensus Penduduk Online, Simak Caranya di Sini

Salah Input Data di Sensus Penduduk Online, Simak Caranya di Sini

Tren
KIP-K Dibuka Awal Maret, Finalisasi SNMPTN atau Mendaftar KIP Dulu?

KIP-K Dibuka Awal Maret, Finalisasi SNMPTN atau Mendaftar KIP Dulu?

Tren
WNA Bisa Ikut Sensus Penduduk Online 2020, Begini Caranya!

WNA Bisa Ikut Sensus Penduduk Online 2020, Begini Caranya!

Tren
Kisah Zhang Ru, Dokter di China yang Tertidur Bersandar Dinding akibat Kelelahan Tangani Virus Corona

Kisah Zhang Ru, Dokter di China yang Tertidur Bersandar Dinding akibat Kelelahan Tangani Virus Corona

Tren
Plasma Pasien Sembuh Jadi Terapi China Obati Virus Corona

Plasma Pasien Sembuh Jadi Terapi China Obati Virus Corona

Tren
komentar
Close Ads X