Imbauan KPAI: Jangan Ikut Sebarkan Video Kekerasan Siswa

Kompas.com - 14/02/2020, 13:25 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual anak. SHUTTERSTOCKIlustrasi kekerasan seksual anak.

KOMPAS.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) mengimbau masyarakat agar berhenti menyebarluaskan video aksi kekerasan atau perundungan terhadap siswa.

Imbauan ini dikeluarkan setelah dalam sepekan ini sejumlah video kekerasan yang dialami siswa merebak di media sosial dan aplikasi pesan WhatsApp.

Pada video yang beredar, terlihat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa siswa terhadap siswa lainnya.

Peristiwa ini terjadi di beberapa daerah seperti Bekasi, Malang, Purworejo.

Video-video ini pun viral karena terus disebarkan secara berantai dan memancing emosi publik.

Komisioner KPAI Bidang Sosial dan Anak, Susianah, mengungkapkan, aksi kekerasan yang terekam dalam video itu kembali beredar dan viral di media sosial pada Rabu (12/2/2020).

"Terkait video kekerasan apa pun yang beredar, sebaiknya kalau tidak diketahui sumbernya, kami mengimbau agar masyarakat tidak ikutan latah menyebarkan," ujar Susianah saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Marak Viral Perundungan di Lingkungan Sekolah, Mengapa Selalu Terjadi?

Menurut dia, menyebarkan video tanpa diketahui sumber video itu sama dengan mengikuti genderang pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atau mereka yang pertama kali menyebarkan.

Selain itu, ia menilai, pengunggah video itu memiliki tujuan tertentu yaitu untuk membuat gaduh masyarakat agar berdampak.

Apalagi, dalam era teknologi saat ini, memperoleh informasi terkait video kekerasan terhadap siswa sangat mudah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama Kalinya Lonjakan Pasien Virus Corona Tanpa Gejala Terjadi di China

Pertama Kalinya Lonjakan Pasien Virus Corona Tanpa Gejala Terjadi di China

Tren
Menilik Bagaimana Penutup Wajah atau Masker Dapat Mengurangi Penyebaran Covid-19

Menilik Bagaimana Penutup Wajah atau Masker Dapat Mengurangi Penyebaran Covid-19

Tren
Imbas Wabah Virus Corona, Ini Daftar 21 KA Lokal di Wilayah Jakarta yang Dibatalkan

Imbas Wabah Virus Corona, Ini Daftar 21 KA Lokal di Wilayah Jakarta yang Dibatalkan

Tren
Virus Corona, Zoonosis, dan Cara Mengurangi Risiko Penularan...

Virus Corona, Zoonosis, dan Cara Mengurangi Risiko Penularan...

Tren
4 WNI di Spanyol Positif Terinfeksi Virus Corona, 2 Orang Sudah Sembuh

4 WNI di Spanyol Positif Terinfeksi Virus Corona, 2 Orang Sudah Sembuh

Tren
Skenario Penggunaan Listrik Gratis untuk Pengguna Token dan Reguler

Skenario Penggunaan Listrik Gratis untuk Pengguna Token dan Reguler

Tren
Hari Ini 15 Tahun Lalu, Paus Yohanes Paulus II Berpulang...

Hari Ini 15 Tahun Lalu, Paus Yohanes Paulus II Berpulang...

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Wabah Antraks 'Serang' Rusia, 62 Orang Meninggal

Hari Ini dalam Sejarah: Wabah Antraks "Serang" Rusia, 62 Orang Meninggal

Tren
Australia Akan Uji Coba Vaksin BCG untuk Lindungi Pekerja Medis dari Infeksi Virus Corona

Australia Akan Uji Coba Vaksin BCG untuk Lindungi Pekerja Medis dari Infeksi Virus Corona

Tren
Masa Inkubasi Virus Corona 14 Hari, Rata-rata Gejala Muncul pada Hari Ke-5

Masa Inkubasi Virus Corona 14 Hari, Rata-rata Gejala Muncul pada Hari Ke-5

Tren
Meninggal Dunia karena Corona, Dokter Legendaris NHS Alfa Saadu Sempat Menolak Dirawat di RS

Meninggal Dunia karena Corona, Dokter Legendaris NHS Alfa Saadu Sempat Menolak Dirawat di RS

Tren
Link Cek Jadwal KA yang Dibatalkan untuk Jarak Jauh, Menengah, KA Lokal, dan KA Bandara

Link Cek Jadwal KA yang Dibatalkan untuk Jarak Jauh, Menengah, KA Lokal, dan KA Bandara

Tren
Virus Corona yang Menyadarkan

Virus Corona yang Menyadarkan

Tren
Cara Republik Ceko Kendalikan Virus Corona: Wajib Pakai Masker dan Inisiatif Warga Buat Masker Kain...

Cara Republik Ceko Kendalikan Virus Corona: Wajib Pakai Masker dan Inisiatif Warga Buat Masker Kain...

Tren
Bisa Dipraktikkan, Masker Kain Homemade Rekomendasi ITB

Bisa Dipraktikkan, Masker Kain Homemade Rekomendasi ITB

Tren
komentar
Close Ads X