Editor's Letter untuk Dokter Li, Jokowi, Gerindra dan Tiga Bocah Melawan Penculik

Kompas.com - 10/02/2020, 08:50 WIB
Dokter Li Wenliang dari balik ranjang rumah sakit. Dia menjadi pembicaraan sekaligus dianggap pahlawan karena memperingatkan virus corona sebelum menjadi wabah. Namun, unggahannya dianggap meresahkan publik hingga dia ditangkap polisi. Weibo via BBCDokter Li Wenliang dari balik ranjang rumah sakit. Dia menjadi pembicaraan sekaligus dianggap pahlawan karena memperingatkan virus corona sebelum menjadi wabah. Namun, unggahannya dianggap meresahkan publik hingga dia ditangkap polisi.

Apa kabarmu?

Seminggu pertama di bulan Februari kemarin berkahir dengan purnama penuh. Di beberapa tempat, saat purnama penuh itu, Cap Go Meh dirayakan.

Bagaimana perayaan 15 Cia-gwee yang di Indonesia identik dengan lontong Cap Go Meh itu di kotamu? Di Jakarta, Bogor dan Singkawang misalnya, kemeriahan dengan kekhasannya masing-masing hadir. Warga berbagai latar belakang membaur.

Dengan Cap Go Meh, rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek ditutup. Tahun tikus logam dengan tantangan yang tidak lebih mudah menanti di depan.

Oya, sepekan kemarin, teman-teman Desk Tekno Kompas.com heboh dengan akan dirilisnya Samsung Galaxy S10 Lite pada 21 Februari 2020.

Ada video hands on untuk flagship ini untuk mengukur kelayakan harganya yang dibanderol Rp 8,9 juta. Cek deh videonya. Menurutmu, layak enggak harganya segitu?

King of The King Mr Dony Pedro (Baju Merah Berpeci)Istimewa King of The King Mr Dony Pedro (Baju Merah Berpeci)
Kemunculan kerajaan-kerajaan baru di Indonesia akhir-akhir ini juga menemui babak baru. Presiden King of The King yang ternyata tentara aktif berpangkat Letnan Satu, Dony Pedro, ditangkap karena dugaan penipuan.

Meskipun beberapa pemimpin kerajaan ditangkap, tidak tertutup kemungkinan munculnya kerajaan-kerajaan baru. Dari beberapa kasus yang diungkap polisi, modus mereka sama yaitu penipuan dengan janji-janji yang tidak bisa dinalar.

Kepenatan hidup sehari-hari mungkin melemahkan nalar. Makanya, sering-sering melepas penat agar nalar tetap bugar. Olahraga seperti bersepeda salah satunya.

Buaya Berkalung Ban

Seekor buaya muara (Crocodylus porosus) dengan ban yang menjerat lehernya terlihat di sungai Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/1/2018). Pihak konservasi setempat terus berupaya melakukan penyelamatan buaya berukuran sekitar 4 meter dengan ban yang melilit lehernya selama 2 tahun terakhir tersebut.AFP PHOTO/ARFA Seekor buaya muara (Crocodylus porosus) dengan ban yang menjerat lehernya terlihat di sungai Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/1/2018). Pihak konservasi setempat terus berupaya melakukan penyelamatan buaya berukuran sekitar 4 meter dengan ban yang melilit lehernya selama 2 tahun terakhir tersebut.
Soal lepas-melepas, ada kabar baru dari Palu, Sulawesi Tengah. Sejak dijumpai tahun 2016, ban yang melingkari leher buaya di Palu belum bisa lepas juga.

Sejumlah upaya dari berbagai pihak dilakukan termasuk sayembara yang digelar Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah. Hasilnya nihil sehingga sayembara dibatalkan. 

Namun, upaya melepaskan ban dari leher buaya akan tetap dilakukan oleh tim khusus. Buaya dengan kalung ban tersebut terakhir terlihat di Jembaran II, Kota Palu, 15 Januari 2020.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X