Fenomena Langit Sabtu Malam Ini, Supermoon atau Bukan?

Kompas.com - 09/02/2020, 12:00 WIB
Sebuah pesawat Embraer 190-100IGW dari Aerolineas Argentinas, dalam penerbangan reguler dari Buenos Aires ke kota Argentina Bahia Blanca, melintas di depan Supermoon, Selasa (19/2/2019). Fenomena Supermoon kali ini yang disebut juga dengan Super Snow Moon terjadi saat bulan berada pada titik perige terdekat yakni 363.300 km dari bumi sehingga bulan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama biasanya. AFP/ALEJANDRO PAGNISebuah pesawat Embraer 190-100IGW dari Aerolineas Argentinas, dalam penerbangan reguler dari Buenos Aires ke kota Argentina Bahia Blanca, melintas di depan Supermoon, Selasa (19/2/2019). Fenomena Supermoon kali ini yang disebut juga dengan Super Snow Moon terjadi saat bulan berada pada titik perige terdekat yakni 363.300 km dari bumi sehingga bulan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama biasanya.

KOMPAS.com - Fenomena Supermoon disebutkan akan terjadi pada Sabtu (9/2/2020) malam ini. Fenomena ini bisa disaksikan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Akan tetapi, penampakan Supermoon tergantung pada cuaca tempat pengamatan. Jika berawan seperti akhir-akhir ini, ada kemungkinan tertutup awan.

Melalui akun media sosial Instagram, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyampaikan informasi soal fenomena Supermoon ini:

Konfirmasi LAPAN

Mengenai fenomena Supermoon pada Sabtu malam ini, Kepala Lembaga LAPAN Thomas Djamaluddin menjelaskan, ada dua pendapat mengenai fenomena langit malam ini.

Dua pendapat itu, kata Thomas, ada yang menganggap bulan purnama ini adalah supermoon; dan pendapat kedua menyebutkan bukan supermoon.

Thomas menjelaskan, tidak ada definisi pasti yang menyebut supermoon. Ada yang menggunakan istilah itu dan ada yang tidak.

"Astronomi tidak mengenal istilah supermoon. Istilah itu digunakan media dan astrolog," ujar Thomas, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (9/2/2020).

Baca juga: Fenomena Langit Bulan Ini, Ada Supermoon dan Merkurius Jangan Terlewat

Sementara itu, peneliti sains antariksa LAPAN Johan Muhammad menjelaskan, istilah supermoon bukan istilah yang baku.

"Supermoon hanya istilah yang umum untuk bulan purnama yang lebih cerah dan lebih besar," ujar Johan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X