Kompas.com - 08/02/2020, 18:30 WIB

Pada Februari 2003, virus H5N1 (flu burung) kembali menyerang Hongkong dan menulari dua orang. Salah satu korban kemudian meninggal. Virus H5N1 kemudian menjadi perhatian utama para ahli, karena dapat bermutasi dengan cepat.

Virus itu juga mampu berubah menjadi beberapa subtipe virus yang baru sehingga dapat menular ke spesies lain, termasuk manusia. 

Baca juga: Wabah Virus Corona dan Ditutupnya Tembok Besar China...

 

Kasus pertama flu burung di Indonesia

Diberitakan Harian Kompas, (25/01/2004), kasus flu burung menyebabkan kematian 10 juta ayam petelur. Penyakit tersebut mulai merebak sejak Oktober 2003. Kematian ayam petelur terjadi di Jawa Timur dan beberapa daerah di Indonesia.

Harian Kompas (21/07/2005) memberitakan flu burung positif penyebab kematian 3 orang warga Tangerang.

Mereka adalah ayah dan 2 anak perempuannya. Iman Siswara dan putri-putrinya itu didiagnosis radang paru (pneumonia).

Sebelumnya diberitakan kematian diduga kuat akibat terinfeksi virus flu burung.

Lalu kasus itu diteliti di laboratorium rujukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Hong Kong.

Setelah dinyatakan positif, sebanyak 44 rumah sakit disiagakan untuk menangani penderita yang diduga terinfeksi flu burung.

Saat itu negara-negara Asia lain sudah lebih dulu memiliki kasus positif dan kematian akibat flu burung subtipe H5N1. Mereka adalah Thailand, Kamboja, dan Vietnam.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.