Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muncul di Palembang, Berikut Awal Mula Kasus Flu Burung

Kompas.com - 08/02/2020, 18:30 WIB
Nur Fitriatus Shalihah,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

Mereka adalah ayah dan 2 anak perempuannya. Iman Siswara dan putri-putrinya itu didiagnosis radang paru (pneumonia).

Sebelumnya diberitakan kematian diduga kuat akibat terinfeksi virus flu burung.

Lalu kasus itu diteliti di laboratorium rujukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Hong Kong.

Setelah dinyatakan positif, sebanyak 44 rumah sakit disiagakan untuk menangani penderita yang diduga terinfeksi flu burung.

Saat itu negara-negara Asia lain sudah lebih dulu memiliki kasus positif dan kematian akibat flu burung subtipe H5N1. Mereka adalah Thailand, Kamboja, dan Vietnam.

Bedanya di Indonesia korban adalah penduduk urban yang tidak terkait langsung dengan urusan peternakan.

Baca juga: Soal Wabah Virus Corona, Mengapa Sejumlah Virus Berbahaya Muncul dari China?

Perkembangan kasus flu burung

Setelah kasus pertama kematian flu burung, kasus-kasus positif hingga kematian berkembang.

Dikutip Harian Kompas (15/05/2006), dari 38 kasus flu burung, 29 di antaranya meninggal dunia. Data tersebut tercatat hingga 12 Mei 2006.

Pada 6 Juni 2006, Harian Kompas mencatat, kasus flu burung sudah mencapai 51 kasus dengan korban jiwa 37 orang.

Jumlah wilayah infeksi flu burung saat itu ada di delapan provinsi, yakni:

  1. DKI Jakarta (13 kasus, 11 meninggal)
  2. Banten (6 kasus, 5 meninggal)
  3. Jawa Barat (16 kasus, 12 meninggal)
  4. Jawa Tengah (3 kasus, 2 meninggal)
  5. Jawa Timur (2 kasus, 1 meninggal)
  6. Sumatera Utara (7 kasus, 6 meninggal)
  7. Lampung (3 kasus, hidup)
  8. Sumatera Selatan (1 kasus, hidup).

Baca juga: Otoritas Kesehatan China Sebut Virus Corona Bisa Menular Melalui Sentuhan

Diberitakan Harian Kompas (29/3/2007) setidaknya sudah ada 66 korban meninggal akibat virus flu burung di Indonesia. Data tersebut didapat dari Departemen Kesehatan.

Kasusnya terus bertambah seiring berjalannya waktu. Hingga pada pertengahan 2007 flu burung telah menyebar di:

  1. Provinsi Jawa Barat
  2. DKI Jakarta
  3. Banten
  4. Sumatera Utara
  5. Jawa Tengah
  6. Jawa Timur
  7. Lampung
  8. Sulawesi Selatan
  9. Sumatera Barat
  10. Sumatera Selatan
  11. Riau.

Di Jawa Tengah sendiri selama Mei 2007 ada tiga kabupaten infeksi baru, yaitu Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Kendal.

Hingga 2010, flu burung masih menghantui Indonesia.

Dikutip Harian Kompas (31/12/2010), secara kumulatif kasus positif flu burung di Indonesia sejak 2005 sampai 31 Desember 2010 ada 171 kasus.

Sebanyak 141 orang di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: Menyoal Virus Corona, Disebut Berasal dari Hewan hingga Menular Lewat Mata

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Saat Media Asing Ramai-ramai Soroti Putusan Sengketa Hasil Pilpres 2024...

Saat Media Asing Ramai-ramai Soroti Putusan Sengketa Hasil Pilpres 2024...

Tren
BMKG Prediksi Musim Kemarau Mundur Mulai Mei 2024, Wilayah Mana Saja?

BMKG Prediksi Musim Kemarau Mundur Mulai Mei 2024, Wilayah Mana Saja?

Tren
Rencana Perjalanan Jemaah Haji 2024 asal Indonesia, Keberangkatan Mulai 12 Mei

Rencana Perjalanan Jemaah Haji 2024 asal Indonesia, Keberangkatan Mulai 12 Mei

Tren
Psikolog: 3 Ucapan Ini Sering Diucapkan Orang dengan Mental Tangguh

Psikolog: 3 Ucapan Ini Sering Diucapkan Orang dengan Mental Tangguh

Tren
Respons Kubu Anies, Prabowo, dan Ganjar Usai MK Tolak Gugatan Pilpres 2024

Respons Kubu Anies, Prabowo, dan Ganjar Usai MK Tolak Gugatan Pilpres 2024

Tren
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 April 2024

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 April 2024

Tren
[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 22-23 April | Gempa M 4,9 Guncang Cilacap

[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 22-23 April | Gempa M 4,9 Guncang Cilacap

Tren
Kenali Apa Itu Dissenting Opinion dalam Putusan MK, Kelebihan, dan Kekurangannya

Kenali Apa Itu Dissenting Opinion dalam Putusan MK, Kelebihan, dan Kekurangannya

Tren
Irak Luncurkan Roket ke Pangkalan Militer AS di Suriah, Tapi Diklaim Gagal

Irak Luncurkan Roket ke Pangkalan Militer AS di Suriah, Tapi Diklaim Gagal

Tren
Penuhi 2 Target, Erick Thohir Beri Sinyal Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong

Penuhi 2 Target, Erick Thohir Beri Sinyal Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong

Tren
Siapa Sosok Wanita di Balik Patung Liberty yang Jadi Simbol Kebebasan Amerika Serikat?

Siapa Sosok Wanita di Balik Patung Liberty yang Jadi Simbol Kebebasan Amerika Serikat?

Tren
3 Hakim MK 'Dissenting Opinion' dalam Putusan Sengketa Pilpres 2024

3 Hakim MK "Dissenting Opinion" dalam Putusan Sengketa Pilpres 2024

Tren
Gempa Terkini M 5,1 Guncang Pacitan Terasa hingga Malang

Gempa Terkini M 5,1 Guncang Pacitan Terasa hingga Malang

Tren
5 Hasil Putusan MK soal Dugaan Jokowi Cawe-cawe di Pilpres 2024

5 Hasil Putusan MK soal Dugaan Jokowi Cawe-cawe di Pilpres 2024

Tren
Penjelasan KAI soal Nomor Kursi Kereta Tambahan Yogyakarta-Gambir New Generation yang Acak-acakan

Penjelasan KAI soal Nomor Kursi Kereta Tambahan Yogyakarta-Gambir New Generation yang Acak-acakan

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com