Dari Mana Asal Muasal Valentine sebagai Sebutan Hari Kasih Sayang?

Kompas.com - 08/02/2020, 16:03 WIB
Ilustrasi pasangan merayakan Valentine dengan memberikan seikat mawar merah Shutterstock.comIlustrasi pasangan merayakan Valentine dengan memberikan seikat mawar merah

KOMPAS.com - Februari dikenal sebagai bulan yang identik dengan perayaan Valentine Day atau Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang.

Perayaan Hari Valentine dilakukan pada setiap 14 Februari.

Biasanya akan ada pemberian hadiah spesial kepada orang-orang yang disayangi. Hadiah yang diberikan umumnya bunga, cokelat maupun kartu ucapan.

Untuk merayakan hari ini, banyak orang membagikan bunga, cokelat, atau sekadar kartu ucapan untuk orang-orang yang mereka kasihi.

Menilik sejarahnya, bagaimana kisah di balik perayaan Hari Valentine? Dari mana asal muasal kata "Valentine"?

Sosok Valentine

Valentine merupakan nama seorang santo yang begitu terkenal. Beragam cerita datang dari sosoknya yang dipercaya sebagai imam dari Roma yang melayani sekitar abad ke-3 Masehi.

Salah satu kisah tentang Valentine yang beredar selama ini, semasa hidupnya Valentine kerap melanggar aturan Kaisar Claudius II.

Sang Kaisar melarang adanya pernikahan karena menganggap pria yang menikah adalah prajurit yang buruk.

Akan tetapi, Valentine merasa keputusan itu tidak adil dan merancang pernikahan secara diam-diam untuk para pemuda yang memang menginginkan sebuah pernikahan.

Baca juga: Jelang Valentine, Harga Bunga Mawar Merah di Pasar Rawa Belong Naik

Upaya rahasia yang dilakukan Valentine rupanya terendus juga oleh Claudius.

Sebagai hukuman atas pelanggaran yang telah dilakukan, Valentine dimasukkan ke dalam penjara dan dijatuhi hukuman mati.

Namun, romansa cinta justru terjadi di dalam bui. Valentine jatuh cinta dengan seorang putri dari salah satu hakim yang mengadili kasusnya.

Tepat di hari eksekusi hukuman mati yang dijatuhkan padanya, 14 Februari tahun 270-an, ia memberikan surat cinta pada sang putri dengan tanda "From your Valentine".

Cerita ini memang dibalut kisah kelam, namun orang-orang hingga hari ini kerap memanggil pujaan hatinya dengan sebutan 'Valentine'.

Ternyata, ada pula kebaikan yang dipercaya dilakukan oleh Valentine sehingga bukan hal yang buruk untuk memanggil kekasih dengan namanya.

Sebelum eksekusi kematiannya, Valentine sempat berdoa bersama dengan kekasihnya, putri dari hakim yang memvonisnya, dan menyembuhkan kebutaan mata yang dialami putri tersebut.

Mawar merah

Mawar merah~UserGI15966731 Mawar merah

Mawar merah kerap dijadikan simbol untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang terhadap pasangan. 

Bunga dengan jenis dan warna ini diyakini dapat merepresentasikan romansa dan bisa diperoleh dengan mudah dan harga yang murah.

Itulah mengapa banyak orang menjadikan bunga dengan harum yang khas ini sebagai hadiah bagi orang terkasih.

Kembali pada persoalan warna, merah juga dipercaya memiliki arti percaya diri, spontanitas, dan tekad. Semua itu merupakan faktor penting dalam sebuah hubungan.

Bahkan, ilmu sains menyebut warna merah menggambarkan pesan 'gairah' dan 'seksualitas'.

Perempuan atau laki-laki yang mengenakan pakaian berwarna merah akan terlihat lebih menarik secara seksual dibanding saat memakai warna lainnya.

Coklat berbentuk hati

Barang lain yang kerap dijadikan hadiah Hari Valentine adalah coklat dengan beraneka ragam bentuknya, khususnya bentuk hati.

Coklat dengan bentuk ini diketahui pertama kali diciptakan oleh Richard Cadbury setelah menemukan cara untuk mengekstrak biji coklat sehingga coklat bisa dinikmati dengan cara yang lebih baik.

Ia mendesain kotak cantik khusus untuk coklat temuannya itu, kemudian ia mengisinya dengan coklat-coklat berbagai bentuk, salah satunya hati.

Meskipun diketahui sebagai penemu pertama, Cadbury tidak mematenkan temuannya itu.

Kartu ucapan

Yang juga banyak diberikan pada perayaan Valentine adalah kartu ucapan.

Pada pertengahan abad ke-18, memberikan surat dengan tulisan tangan dalam selembar kertas yang didesain sedemikian rupa pada perayaan 14 Februari, dapat menunjukkan kasih sayang.

Seiring berkembangnya teknologi, diciptakanlah kartu yang sudah jadi, sehingga orang hanya butuh menuliskan pesannya di kartu-kartu siap pakai tersebut.

Dengan harga yang murah, menuliskan pesan di kartu ucapan ini banyak dipilih orang, karena tidak menghilangkan esensi kasih sayang tulus yang ingin disampaikan.

Sebuah perusahaan di Amerika bernama New England Valentine Co, bisa mengirimkan 114 juta buah kartu, setiap Valentine tiba. 


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X