4 Negara Ini Siapkan Karantina bagi Warganya yang Dievakuasi dari Wuhan

Kompas.com - 30/01/2020, 16:30 WIB
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara Soekarno-Hatta  memeriksa suhu tubuh wisatawan asal China yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020). Saat ini ada sekitar 40.000 penumpang keberangkatan dan kedatangan internasional yang hilir mudik ke Bandara Soekarno-Hatta. Data terakhir mencatat wabah Corona sudah menjangkiti 4.500 orang dan menewaskan 106 orang di China. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara Soekarno-Hatta memeriksa suhu tubuh wisatawan asal China yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020). Saat ini ada sekitar 40.000 penumpang keberangkatan dan kedatangan internasional yang hilir mudik ke Bandara Soekarno-Hatta. Data terakhir mencatat wabah Corona sudah menjangkiti 4.500 orang dan menewaskan 106 orang di China.

KOMPAS.com – Virus corona yang diduga berasal dari Wuhan, China sampai saat ini Kamis (30/01/2020) telah menyebabkan 170 orang meninggal.

Akibat munculnya virus ini, Kota Wuhan yang diduga sebagai pusat wabah diisolasi sejak Kamis (23/01/2020).

Akibat merebaknya virus corona, sejumlah negara akan mengevakuasi warganya yang terisolasi di Wuhan untuk dipulangkan.

Dengan catatan, mereka akan dikarantina terlebih dahulu usai dievakuasi dari Wuhan.

Berikut ini kebijakan beberapa negara terkait karantina yang akan dilakukan terhadap warganya yang kembali dari Wuhan.

Baca juga: Pasca-Evakuasi dari Wuhan, WNI Akan Jalani Proses Karantina

1. Australia

Australia berencana akan mengkarantina warganya yang dievakuasi dari Wuhan ke wilayah Pulau Christmas yang lokasinya sekitar 2.000 km dari daratan.

Dikutip dari BBC, Perdana Menteri Australia Scott Morison mengatakan, 600 pengungsi Australia tersebut akan diisolasi di tempat itu sekitar dua minggu.

Pengumuman tersebut memicu kontroversi, sebab pulau tersebut terkenal sebagai pusat penahanan imigrasi yang baru dibuka kembali, dan dikritik karena kondisinya.

Saat ini tempat tersebut hanya menampung satu keluarga terdiri dari empat orang Sri Lanka.

Fasilitas tersebut dibangun untuk menampung lebih dari 1.000 orang.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X