Meramalkan Kondisi Ekonomi China setelah Wabah Virus Corona

Kompas.com - 28/01/2020, 17:16 WIB
Tim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020. EPA-EFE/STRTim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020.


KOMPAS.com – Dampak merebaknya virus corona dalam beberapa pekan terakhir diprediksi memengaruhi kondisi perekonomian China

Saat ini perekonomian China yang mulai melemah diperkirakan akan menghadapi pukulan besar.

Berbagai langkah pengendalian virus, dipandang oleh beberapa peneliti akan mempengaruhi kuartal pertama capaian ekonomi dengan potensi berefek jangka panjang.

Memengaruhi ekonomi masyarakat bawah

Ekonom China Huang Yiping, mantan penasihat komite kebijakan moneter bank sentral China, mengatakan bahwa, berdasarkan contoh SARS, masih terlalu dini untuk menganalisis sepenuhnya dampak ekonomi virus corona.

“Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 telah menurun secara signifikan, dari 6,4 persen pada kuartal pertama menjadi 6,0 persen pada kuartal ketiga. Pendapat umum bahwa kuartal keempat akan turun di bawah 6,0 persen,” tulis Huang dalam sebuah artikel dikutip dari South China Morning Post, Selasa (28/1/2020).

Baca juga: 5 Jawaban Soal Virus Corona, dari Adakah Obatnya hingga Efektifkah Pemeriksaan di Bandara?

Menurutnya kuartal keempat sebetulnya memiliki tanda-tanda ekonomi stabil akan tetapi terjadinya epidemi menyebabkan pertumbuhan ekonomi akan kembali menurun.

Kondisi itu dinilai akan mempengaruhi kehidupan warga ekonomi menengah ke bawah.

Adapun catatan Oxford Economics menyebut dampak ekonomi karena virus corona ini diperkirakan tak akan separah dibanding era SARS, setidaknya untuk saat ini.

Hal itu dinilai karena adanya tanggapan yang cepat dan transparansi yang lebih tinggi mengenai jumlah korban dan penanganannya.

"Waktu reaksi yang lebih cepat oleh otoritas China kali ini, dengan peningkatan transparansi dan tindakan tegas yang diambil baru-baru ini, tentu membantu dalam mengurangi dampak pada kesehatan masyarakat, kepercayaan dan ekonomi," kata Oxford Economics sebagaimana dilansir dari SCMP.

Baca juga: Korban Terus Bertambah, Bagaimana Efek Virus Corona pada Tubuh?

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X