Sri Lanka dan Jerman Konfirmasi Kasus Pertama Corona di Negaranya

Kompas.com - 28/01/2020, 11:05 WIB
Setelah 13 negara lainnya, kini kasus virus corona terkonfirmasi di Sri Lanka dan Jerman Stocktrek Images/Getty ImagesSetelah 13 negara lainnya, kini kasus virus corona terkonfirmasi di Sri Lanka dan Jerman

KOMPAS.com - Persebaran kasus virus corona di dunia semakin meluas. Setelah sebelumnya 14 negara mengonfirmasi temuan virus 2019-NC0V di wilayahnya, kini daftar itu bertambah menjadi 16 negara.

Dua negara yang baru-baru ini mengonfirmasi temuan virus mematikan asal Wuhan, China itu adalah Jerman dan Sri Lanka.

Informasi terakhir, sebanyak 106 kematian telah terjadi akibat virus ini. Sementara 4.198 jiwa lainnya dinyatakan positif terjangkit virus corona di berbagai wilayah di China.

Jerman

Pada Senin (27/1/2020), Jerman mengonfirmasi temuan virus corona pertama di negaranya. Orang yang ditemukan terinfeksi adalah seorang laki-laki dari wilayah Stanberg, 30 kilometer selatan Munich.

Melansir, DW, meskipun positif corona, laki-laki tersebut dilaporkan dalam kondisi kesehatan yang baik.

Informasi itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Bavarian. 

Hingga saat ini, pasien masih di bawah pengawasan dan isolasi. Adapun risiko penularan bagi warga di wilayah Bavaria hingga saat ini dinyatakan masih rendah.

Disampaikan pula akan diadakan konferensi pers terkait temuan ini pada Selasa (28/1/2020) pagi ini.

Oleh karena semakin mengkhawatirkannya persebaran virus ini, sejumlah negara termasuk Jerman akan memulangkan warganya yang berada di China, sebagai pusat virus ini berasal.

Baca juga: 106 Orang Meninggal, 16 Negara Ini Konfirmasi Terinfeksi Virus Corona

Sri Lanka

Tidak hanya Jerman, Sri Lanka juga mengonfirmasi kasus pertama virus corona di negaranya. Kepastian ini disampaikan oleh otoritas kesehatan Sri Lanka, Senin (27/1/2020).

Orang yang terinfeksi adalah seorang perempuan asal China berusia 40 tahunan yang tiba di Sri Lanka pada 19 Januari untuk berwisata.

Saat itu, yang bersangkutan dalam keadaan baik-baik saja. Namun, pada tanggal 25 Januari 2020, ia jatuh sakit.

Kepala Ahli Epidemiologi Kementerian Kesehatan Sri Lanka, Sudath Samaraweera mengatakan setelah dilakukan tes pada Senin kemarin, perempuan itu dinyatakan positif terinfeksi corona virus.

Baca juga: Menilik Wuhan, Kota Kuno China yang Diisolasi karena Virus Corona

Sumber: Reuters, DW, CNBC


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X