Michael Jordan, Shaquille O'Neal, hingga Mozart, Ini Beberapa Kutipan Terkenal Kobe Bryant

Kompas.com - 27/01/2020, 14:31 WIB
epa08168968 Fans of late Los Angeles Lakers guard Kobe Bryant gather at the LA Live entertainment complex across the street from the Staples Center, home of the Los Angeles Lakers, in Los Angeles, California, USA, 26 January 2020. According to media reports, former NBA basketball player Kobe Bryant died in a helicopter crash in Calabasas, California, USA on 26 January 2020. He was 41.  EPA-EFE/ADAM S DAVIS ADAM S DAVISepa08168968 Fans of late Los Angeles Lakers guard Kobe Bryant gather at the LA Live entertainment complex across the street from the Staples Center, home of the Los Angeles Lakers, in Los Angeles, California, USA, 26 January 2020. According to media reports, former NBA basketball player Kobe Bryant died in a helicopter crash in Calabasas, California, USA on 26 January 2020. He was 41. EPA-EFE/ADAM S DAVIS

"Bahkan tak pernah dalam mimpiku. Itu adalah sesuatu yang baru saja terjadi. Sulit untuk dijelaskan," kata Bryant.

3. Black Mamba

Saat menciptakan alter-egonya, Bryant mendeskripsikan dirinya sebagai Black Mamba:

"Saya harus mengatur berbagai hal. Jadi saya membuat 'Black Mamba'. Maka Kobe harus berurusan dengan masalah ini dan semua tantangan pribadi," katanya.

"Black Mamba menginjak lapangan dan melakukan apa yang dia inginkan. Saya menghancurkan semua orang yang ada di lapangan," sambungnya.

Baca juga: Mengenang Kobe Bryant, Pemain All-Star Termuda dalam Sejarah NBA

4. Sesumbar kepada Shaquille O'Neal

Setelah memenangkan gelar NBA kelimanya pada 2010, Bryant menggambarkan pencapaiannya itu kepada mantan rekan setim sekaligus rivalnya Shaquille O'Neal.

"Aku punya satu lebih banyak dari Shaq. Jadi kamu bisa membawanya ke penyimpanan," katanya.

5. Usahanya untuk Menjadi Besar

Pada medio 2015, Bryant berbicara tentang perjuangannya untuk menjadi yang terbaik:

"Ada pilihan yang harus kita buat sebagai individu. Jika Anda ingin menjadi hebat dalam suatu hal, ada pilihan yang harus Anda buat. Kita semua bisa menjadi master dalam dunia kita, tapi Anda harus membuat pilihan," kata Bryant.

"Yang saya maksud dengan itu adalah ada pengorbanan inheren yang menyertainya. Waktu bersama keluarga, bergaul dengan teman, menjadi teman baik, menjadi putra hebat. keponakan atau apa pun, ada pengorbanan yang datang bersama saat membuat keputusan itu," lanjutnya.

Baca juga: Kobe Bryant Meninggal, Ini Torehan Prestasi Legenda Los Angeles Lakers

6. Menjawab Kritikan Gaya Bermainnya

Dalam sebuah wawancara dengan GQ pada tahun 2015, Bryant menjawab kritik tentang gaya permainannya:

"Saya sudah terlalu banyak menembak sejak saya berusia 8 tahun. Tapi 'terlalu banyak' hanya masalah perspektif. Beberapa orang mengira Mozart memiliki terlalu banyak catatan dalam komposisinya," katanya.

"Biarkan saya seperti ini. Saya menghibur orang yang mengatakan bahwa saya menembak terlalu banyak. Itu sangat menarik. Kembali ke Mozart, dia merespon kritikannya dengan mengatakan tak ada catatan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Akan selalu ada sebanyak apa pun yang diperlukan," lanjutnya.

Baca juga: RIP Kobe Bryant (1978-2020)

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X