Editor's Letter untuk Virus Corona, Harun Masiku, Sandiaga dan Sukiyah

Kompas.com - 27/01/2020, 07:01 WIB
Sebuah mobil melaju sendiri di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020). AFP/HECTOR RETAMALSebuah mobil melaju sendiri di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020).

What’s Hot

Hujan yang turun merata saat Tahun Baru Imlek cukup membuat kita merasa diberkati. Genangan memang didapati di beberapa lokasi, namun segera surut.

Di Jakarta yang masih dibayang-bayangi banjir 1 Januari 2020, akhir pekan lalu ada 17 titik genangan seperti di sekitar Monumen Nasional. Tidak lebih dari satu jam, banjir yang datang jelang Imlek itu pergi.

Selamat Tahun Baru Imlek 2571. Selamat datang Tahun Tikus.

Apa yang panas dan menandai awal Tahun Tikus yang digambarkan sebagai cerdik dan licik ini?

Pertama, virus corona.

Hingga Minggu (26/1/2020) kemarin, 13 negara mengonfirmasi menemukan kasus dengan virus yang bermula dari Wuhan, China, ini di negara masing-masing.

Negara itu adalah China, Vietnam, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Taiwan, Kanada, Singapura, Thailand, Nepal, Perancis, Malaysia dan Australia.

Muasal kepanikan dunia awal tahun ini adalah didapatinya virus corona di China pada 31 Desember 2019.

Hingga kemarin, 56 orang di China tewas karena virus yang gejalanya demam, batuk kering, lemas, dan kesulitan bernafas ini.

Atas merebaknya konfirmasi virus ini, sejumlah negara merespons cepat.

Hong Kong misalnya, membatalkan semua rencana kunjungan resmi ke semua wilayah di China. Penerbangan dan perjalanan kereta cepat ke Wuhan dihentikan. Sekolah di Hong Kong juga diliburkan lebih panjang sampai 17 Februari 2020.

Di Indonesia, ada beberapa dugaan kasus virus corona yang tengah ditangani. Namun, sampai kemarin, dugaan itu dinyatakan negatif dan yang lainnya belum terkonfirmasi.

Sementara kabar virus corona menulari dua perawat RSUP Sardjito dibantah. Di tengah kepanikan seperti ini, hoaks tumbuh.

Konfirmasi informasi yang kalian dapat dari media sosial ke sumber-sumber terpercaya ya. Jika ragu akan informasi yang beredar, cek kebenarannya di media yang memiliki reputasi baik.

Tetap waspada karena virus corona makin meluas dan tentu saja berbahaya.

Kedua, Harun Masiku.

Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kanan) meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (21/1/2020). Wahyu Setiawan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka mantan Caleg PDIP Harun Masiku dalam kasus dugaan korupsi penetapan pergantian antar waktu anggota DPR periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pd.Indrianto Eko Suwarso Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kanan) meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (21/1/2020). Wahyu Setiawan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka mantan Caleg PDIP Harun Masiku dalam kasus dugaan korupsi penetapan pergantian antar waktu anggota DPR periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pd.
Misteri keberadaan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini belum terpecahkan juga. Kebenaran mungkin akan menemukan jalannya sendiri.

Itu terlihat dari bagaimana upaya mengaburkan keberadaan HAR, insial tersangka kasus korupsi KPK ini terkuak sendiri.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X