Tanggapan Kemlu Soal Evakuasi Mahasiswa Indonesia di Wuhan yang Khawatir Virus Corona

Kompas.com - 26/01/2020, 21:15 WIB
epa08161926 People wear masks as they walk in an empty street after Chinese New Year celebrations were cancelled in Beijing, China, 25 January 2020. On 25 January, the National Health Commission of China confirmed the death toll from the Wuhan coronavirus outbreak has risen to 41 with 1,287 cases of patients infected as of 24 January.  EPA-EFE/WU HONG WU HONGepa08161926 People wear masks as they walk in an empty street after Chinese New Year celebrations were cancelled in Beijing, China, 25 January 2020. On 25 January, the National Health Commission of China confirmed the death toll from the Wuhan coronavirus outbreak has risen to 41 with 1,287 cases of patients infected as of 24 January. EPA-EFE/WU HONG

KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Fauzisyah menanggapi berita permintaan evakuasi mahasiswa Indonesia di Wuhan.

Fauzisyah mengatakan, semua kebijakan terkait WNI di Wuhan akan disesuaikan dengan perkembangan di lapangan yang masih terus dibahas.

Menurut Fauzisyah, secara umum WNI di Wuhan dalam kondisi baik, hal berdasarkan pantauan KBRI.

Jumlah WNI di Wuhan sendiri menurut Teuku, saat ini adalah sebanyak 93 orang.

"Segala pilihan kebijakan dengan menyesuaikan dgn perkembangan di lapangan terus dibahas. Secara umum dari pantauan KBRI mereka masih dalam kondisi yang baik," kata Teuku kepada Kompas.com, Minggu (26/1/2020).

Terkait dengan apakah akan ada rencana evakuasi WNI di Wuhan, Teuku masih enggan menyimpulkan hal itu.

Baca juga: Khawatir Virus Corona, Mahasiswa Indonesia di Wuhan Minta Dievakuasi

Terus berkomunikasi

Fauzisyah mengatakan, pihaknya masih menunggu telaah dari KBRI di China untuk mengambil keputusan.

Saat ini, pihak Kemlu terus menjalin komunikasi baik dengan WNI di Wuhan maupun pemerintah pusat dan daerah China.

"(Pemerintah) tidak sekedar memantau, tapi berkomunikasi terus-menerus dengan WNI kita di sana. Juga berkonsultasi dari waktu ke waktu dengan pemerintah pusat dan daerah China," jelasnya.

Teuku mengaku bahwa staf KBRI pun tak bisa masuk ke Kota Wuhan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X