5 Hal yang Dilarang Saat Imlek, dari Keramas hingga Menjahit

Kompas.com - 25/01/2020, 17:00 WIB
Sejumlah warga Tionghoa melakukan sembahyang di malam Imlek di Vihara Dhanagun, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/1/2020). Usai memanjatkan doa warga Tionghoa menyalakan lilin yang disusun di halaman vihara. KOMPAS.com/M ZAENUDDINSejumlah warga Tionghoa melakukan sembahyang di malam Imlek di Vihara Dhanagun, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/1/2020). Usai memanjatkan doa warga Tionghoa menyalakan lilin yang disusun di halaman vihara.

KOMPAS.com - Warga Tionghoa kembali merayakan tahun baru Imlek. Perayaan ini memiliki serangkaian tradisi yang menarik.

Ada berbagai hal yang biasanya mewarnai perayaan Imlek, mulai dari makanan hingga kegiatan budaya lainnya.

Selain itu, ada pula sejumlah pantangan atau hal-hal yang tabu untuk dilakukan, dibeli, ataupun dimakan pada saat perayaan tahun baru Imlek. 

Beberapa adalah pantangan yang tidak boleh dilakukan di hari pertama Imlek.

Sementara, ada pula beberapa pantangan yang tidak boleh dilakukan sepanjang musim Imlek, yaitu dari tanggal 1 hingga tanggal 15 tahun baru Imlek.

Melansir China Highlights, berikut adalah sejumlah pantangan saat perayaan Imlek:

1. Makan bubur

Bubur tidak boleh dimakan saat perayaan Imlek. Oleh karena itu, sulit atau bahkan tidak ada bubur yang tersaji di meja makan orang Tionghoa saat perayaan Imlek.

Bubur dianggap dapat menghalangi rezeki dan mendatangkan kemiskinan.

2. Mencuci dan keramas

Orang Tionghoa tidak mencuci baju pada hari pertama dan kedua Imlek. Sebab, kedua hari tersebut dirayakan sebagai hari ulang tahun Shuishen atau Dewa Air.

Rambut juga tidak boleh dicuci saat hari pertama perayaan Imlek. Dalam bahasa China, rambut memiliki pengucapan dan karakter yang sama dengan fa di dalam facai, yang berarti 'untuk menjadi kaya'.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Editor's Letter: Belajar dan Bertumbuh dari Rasa Takut karena Covid-19

Editor's Letter: Belajar dan Bertumbuh dari Rasa Takut karena Covid-19

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: 6 April 1896, Olimpiade Modern Pertama Digelar

Hari Ini dalam Sejarah: 6 April 1896, Olimpiade Modern Pertama Digelar

Tren
Berikut Cara Dapatkan Internet Gratis dari XL, Telkomsel dan Indosat untuk Bekerja dan Belajar dari Rumah

Berikut Cara Dapatkan Internet Gratis dari XL, Telkomsel dan Indosat untuk Bekerja dan Belajar dari Rumah

Tren
Obesitas dan Tingginya Angka Kematian akibat Virus Corona di AS...

Obesitas dan Tingginya Angka Kematian akibat Virus Corona di AS...

Tren
PM Inggris Boris Johnson Dirawat di RS Setelah 10 Hari Isolasi Mandiri karena Virus Corona

PM Inggris Boris Johnson Dirawat di RS Setelah 10 Hari Isolasi Mandiri karena Virus Corona

Tren
Statistik Covid-19 dan Kemanusiaan

Statistik Covid-19 dan Kemanusiaan

Tren
Update Virus Corona di ASEAN 5 April: Malaysia, Filipina, dan Thailand Catatkan Kasus Terbanyak

Update Virus Corona di ASEAN 5 April: Malaysia, Filipina, dan Thailand Catatkan Kasus Terbanyak

Tren
Dilema Mudik Lebaran di Tengah Pandemi Corona

Dilema Mudik Lebaran di Tengah Pandemi Corona

Tren
Wabah Virus Corona, Ini Aturan Praktik yang Dikeluarkan FDGI bagi Dokter Gigi

Wabah Virus Corona, Ini Aturan Praktik yang Dikeluarkan FDGI bagi Dokter Gigi

Tren
5 Hal Baru soal Penularan Virus Corona Tanpa Gejala

5 Hal Baru soal Penularan Virus Corona Tanpa Gejala

Tren
Jepang Pertimbangkan Peningkatan Produksi Avigan untuk 2 Juta Orang

Jepang Pertimbangkan Peningkatan Produksi Avigan untuk 2 Juta Orang

Tren
Kondisi Garda Terdepan Indonesia Perangi Covid-19, Minimnya APD dan Dokter Spesialis Paru

Kondisi Garda Terdepan Indonesia Perangi Covid-19, Minimnya APD dan Dokter Spesialis Paru

Tren
Update Virus Corona di Dunia 6 April: 1,27 Juta Orang Terinfeksi, 259.810 Sembuh

Update Virus Corona di Dunia 6 April: 1,27 Juta Orang Terinfeksi, 259.810 Sembuh

Tren
Berikut 3 Hal Penting soal Listrik Gratis PLN Selama Pandemi Virus Corona

Berikut 3 Hal Penting soal Listrik Gratis PLN Selama Pandemi Virus Corona

Tren
Testimoni Para Pasien Covid-19, dari Gejala hingga Upaya Mereka Lawan Virus Corona

Testimoni Para Pasien Covid-19, dari Gejala hingga Upaya Mereka Lawan Virus Corona

Tren
komentar
Close Ads X