Duka Wuhan, Memulai Tahun Tikus dengan Diisolasi hingga Berebut Makanan

Kompas.com - 25/01/2020, 16:10 WIB
Raphael Hidalgo dan temannya mengenakan masker operasi sebagai langkah pencegahan akan merebaknya virus corona di China, ketika mereka tengah menunggu rekan yang mendarat dari penerbangan di Miami di Bandara Internasional Benito Juarez, Meksiko, pada 24 Januari 2020. REUTERS/CARLOS JASSORaphael Hidalgo dan temannya mengenakan masker operasi sebagai langkah pencegahan akan merebaknya virus corona di China, ketika mereka tengah menunggu rekan yang mendarat dari penerbangan di Miami di Bandara Internasional Benito Juarez, Meksiko, pada 24 Januari 2020.

"Pemerintah tidak tahu apa yang dilakukannya, dan mereka masih pergi ke TV untuk menyombongkan diri ketika staf medis garis depan bahkan tidak memiliki pakaian ganti pelindung," lanjut dia.

Mo mengatakan, beberapa staf medis yang berbicara kepada media terkait situasi lapangan akan dilacak oleh polisi dan diperingatkan untuk diam.

 

Wakil Direktur Provinsi Hubei, Liu Dongru selama pers konferensi di Wuhan mengatakan pihak berwenang telah bekerja dengan cepat untuk merawat orang yang sakit.

Liu mengatakan penyebab tingginya pasien di klinik lantaran musim ini adalah puncak musim flu serta beredarnya informasi palsu terkait virus corona yang menyebabkan pasien datang karena panik.

Baca juga: Lantaran Virus Corona, 15 Mahasiswa Aceh Terisolasi di Wuhan China

Pertunjukan puisi tentang virus di Wuhan 

Di tengah kondisi yang memprihatinkan, China akan menayangkan siaran tentang malam tahun baru Imlek di CCTV (China Central Television) pada Jumat (24/1/2020) malam. Acara tersebut diklaim ditonton lebih dari 1 miliar pemirsa.

Salah satu acara dalam siaran tersebut adalah pertunjukan puisi tentang virus di Wuhan. Tetapi, acara tersebut menuai kritik karena dipandang tidak sesuai.

“Apa yang sedang dilakukan CCTV? Apa gunanya membaca puisi? Bukankah mereka harus menggali lebih dalam tentang apa yang terjadi di Wuhan yang menyebabkan situasi ini ?, ”kata Chen Xue, seorang penduduk Wuhan.

Hemat persediaan makanan 

Di tengah perayaan tahun baru Imlek, warga Wuhan harus menghemat persediaan makanan. 

Seorang penduduk Wuhan, Chen Xue menceritakan, di tengah kondisi isolasi ini dirinya menghadapi malam tahun baru dengan hanya menggoreng telur. 

Chen mengatakan anaknya saat ini tengah menderita pilek. Namun ia tak berani membawa anaknya ke rumah sakit lantaran takut tertular.

“Semua orang di lingkungan ini menghadapi masalah yang sama, jika seseorang jatuh sakit, kami tidak berani membawa mereka ke rumah sakit. Kami takut mereka akan terinfeksi,” katanya.

“Jika saya mendengar seseorang tanpa makanan yang cukup, saya menjatuhkannya di luar pintu mereka. Tidak ada yang berani bertatap muka," ceritanya lagi.

Sejak Kamis (23/1/2020) pukul 10 pagi, isolasi di Kota Wuhan dimulai. Isolasi dilakukan dengan penututupan akses penerbangan, kereta api dan transportasi dari dan ke kota Wuhan.

Namun sekarang bukan hanya Wuhan, tetapi isolasi meluas ke 11 kota dan kabupaten di Provinsi Hubei, China. 

 Baca juga: Apakah Virus Corona China Berasal dari Kelelawar dan Ular?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X