Soal Jenderal Gadungan Calo Akpol, Mengapa Masih Ada Orang Percaya "Jalur Belakang"?

Kompas.com - 24/01/2020, 13:19 WIB
Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan (tengah) memberikan keterangan pers terkait penangkapan jenderal polisi gadungan di Padang, Kamis (23/1/2020) KOMPAS.COM/PERDANA PUTRAKapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan (tengah) memberikan keterangan pers terkait penangkapan jenderal polisi gadungan di Padang, Kamis (23/1/2020)

KOMPAS.com - Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang mengamankan seorang "jenderal polisi gadungan" berinisial WF (38) di rumah kontrakannya, Perumahan Lubuk Intan Blon N, Kota Padang, Rabu (22/1/2020).

Polisi mengamankan yang bersangkutan lantaran kasus penipuan.

Kepada korbannya, ES (51), WF mengaku bisa meluluskan anak korban masuk Akpol dengan membayar sejumlah uang.

Namun setelah menyetor uang hingga Rp 310 juta, ternyata anak korban tetap tidak lulus Akpol.

Lantas mengapa masih banyak masyarakat yang mempercayai modus penipuan seperti itu?

Baca juga: Waspada Hoaks dan Penipuan Jalur Masuk UI 2020, Berikut Detailnya

Bukan hal baru

Sosiolog dari Universitas Airlangga Bagong Suyanto mengatakan kasus penipuan dengan modus bisa meloloskan seseorang atau peserta ke sebuah instansi bukanlah fenomena baru.

Ia menjelaskan, penipuan bermodus serupa selalu muncul setiap tahunnya.

"Akpol salah satunya, lalu ada penerimaan PNS, penerimaan masuk PTN, masuk tentara, itu kan selalu muncul kasus yang sama," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (23/1/2020).

Hal ini, imbuhnya, dikarenakan faktor mentalitas dari orang atau keluarga yang termakan iming-iming penipuan tersebut.

Selain itu, modus ini juga dikarenakan sebagian masyarakat masih percaya bahwa mekanisme perekrutan itu tidak selalu transparan hingga mereka merasa ada jalur alternatif.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X