Hari Ini dalam Sejarah: Elizabeth Blackwell, Dokter Perempuan Pertama di Era Modern

Kompas.com - 23/01/2020, 08:20 WIB
Ilustrasi dokter millionsjokerIlustrasi dokter

KOMPAS.com - Hari ini 171 tahun lalu, Geneva Medica College memberikan gelar medis kepada Elizabeth Blackwell pada 23 Januari 1849.

Pemberian gelar itu dilakukan pada upacara kelulusan di sebuah gereja di Jenewa, New York sekaligus mengantarkan Elizabeth sebagai wanita pertama yang sukses menerima gelar medis.

Kendati mendapat pertentangan dari kawan sekolahnya dan profesional medis, Elizabeth tetap mengabdikan hidupnya untuk merawat orang yang sakit dan mendorong perempuan untuk mempelajari ilmu kedokteran.

Dikutip dari History, ayah Elizabeth merupakan seorang abolisionis, sedangkan saudara laki-lakinya aktif dalam mengkampanyekan gerakan hak pilih perempuan.

Baca juga: Mengenang Joserizal Jurnalis, Dokter Pendiri MER-C Penembus Wilayah Konflik

Elizabeth Blackwell lahir pada 3 Februari 1821, di Bristol, Inggris. Pada tahun 1832, Blackwell dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat, pertama kali menetap di New York dan kemudian pindah ke Cincinnati, Ohio.

Awal mula Elizabeth termotivasi untuk menjadi dokter adalah setelah melakukan percakapan dengan temannya yang tengah sekarat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Temannya mengatakan kepada Elizabeth bahwa semua dokter yang berjenis kelamin laki-laki memperberat penderitaannya.

Keluarga Elizabeth pun menyetujui ambisinya, meski masyarakat saat itu menganggap gagasan dokter perempuan adalah hal yang konyol.

Anggapan semacam itu pun masih sangat kental di Geneva Medical College.

Elizabeth akhirnya memperoleh surat penerimaannya dan mulai belajar pada tahun 1847.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Kabut Beracun Tewaskan 12.000 Orang di London

Akan tetapi, teman kampusnya dan penduduk kota Jenewa banyak menghindar darinya ketika ia menempuh pendidikan dokter.

Para profesor juga merasa tidak nyaman untuk mengajarnya. Bahkan, seorang profesor berusaha menghalanginya untuk masuk pelajaran anatomi.

Saat upacara kelulusan, pimpinan kampus memberi ucapan selamat kepadanya dengan memberi catatan agar tidak ada lagi perempuan yang mendaftar di institusinya.

Sentimen tersebut juga digaungkan oleh seluruh komunitas medis Amerika.

Namun, Elizabeth berhasil menghadapi penghinaan itu dengan meraih kelulusan. Bahkan ia juga sukses menerbitkan sebuah tesis di Buffalo Medical Journal.

Dengan bantuan saudaranya, Elizabeth kemudian mendirikan sebuah klinik untuk orang-orang miskin di New York serta rumah saki wanita dan anak pada 1857.

Mereka juga melatih perawat selama Perang Saudara dan membuka sekolah kedokteran pada 1868.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Penemuan X-Ray Mengubah Dunia

Tak lama setelah itu, Elizabeth pindah ke London dan menjadi profesor ginekologi di School of Medicine for Women.

Kendati dihadapkan pada diskriminasi gender di setiap kesempatan, Elizabeth justru memiliki kontribusi besar pada pendidikan generasi pertama dokter wanita di Amerika Serikat.

Sebagai informasi, pada 2017, untuk pertama kalinya mayoritas mahasiswa kedokteran di Amerika Serikat adalah wanita.


Sumber History
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X