Kompas.com - 20/01/2020, 11:32 WIB
Ilustrasi aplikasi Facebook, WhatsApp, Instagram, Messenger ARUN SANKAR / AFPIlustrasi aplikasi Facebook, WhatsApp, Instagram, Messenger

KOMPAS.com - Aplikasi pesan instan WhatsApp sudah menjadi kebutuhan. Apabila mengalami gangguan secara global seperti Minggu petang (19/1/2020) tentu pengguna menjadi repot.

Gangguan itu dialami pengguna saat akan mengirim pesan multimedia seperti gambar, file, dokumen, pesan suara ataupun saat membuat WhatsApp Status.

Tagar WhatsAppdown pun sempat viral dan jadi trending Twitter global. Namun dikutip dari Kompas.com, Minggu malam sekitar pukul 20.30 WIB, fitur pengiriman media dan lainnya sudah kembali normal.

WhatsApp saat ini sudah menjadi aplikasi komunikasi yang sangat dibutuhkan. Terbukti WhatsApp sudah diunduh sebanyak 850 juta kali pada 2019.

Hal itu menjadikan WhatsApp aplikasi terpopuler dan paling banyak diunduh sepanjang 2019.

Namun jika WhatsApp mengalami gangguan seperti Minggu (19/1/2020), masyarakat perlu mencari aplikasi komunikasi lain yang bisa jadi alternatif.

Baca juga: WhatsApp Error Minggu Sore, Tidak Bisa Kirim Gambar dan Stiker

Ini beberapa aplikasi pesan instan yang mungkin bisa dijajal:

1. Signal

Signal adalah aplikasi perpesanan yang bisa direkomendasikan karena tingkat privasi, keamanan pengguna, dan transparansi.

Sinyal mendukung pesan teks dan grup; pesan media untuk gambar, audio, video, dan dokumen; dan bahkan panggilan suara/video antar pengguna.

Semua komunikasi dalam aplikasi Sinyal dienkripsi end to end, dan Anda dapat mengatur penghitung waktu agar pesan dihapus secara otomatis.

2. Viber

Fitur obrolan Viber meliputi obrolan grup, pesan suara/video instan, dan ribuan gif dan stiker animasi.

Anda bahkan dapat memasang ekstensi obrolan untuk membagikan video YouTube, trek Spotify, info lokasi, dan lainnya.

Viber juga mendukung panggilan audio dan video. Semua pesan di Viber dienkripsi end-to-end dan dapat diatur waktunya untuk dihapus sendiri.

Viber juga menyertakan fitur kontak tepercaya yang membantu pengguna memverifikasi identitas peserta obrolan lainnya dengan menukar kunci rahasia.

Aplikasi ini akan memperbarui jika kontak Anda mengubah rincian akun mereka di masa depan.

Viber akan menampilkan ketersediaan, seperti halnya Facebook messenger, tetapi pengguna dapat menonaktifkan ini jika perlu menyembunyikan status.

Selain itu pengguna juga dapat menonaktifkan tanda terima baca, menyembunyikan percakapan, dan mengunci pesan dengan kode PIN.

Baca juga: Telegram Bisa Kirim Pesan Senyap Tanpa Notifikasi

3. Telegram

Telegram menyediakan enkripsi end to end untuk semua pengaturan komunikasi dan penghapusan otomatis.

Ini memungkinkan pengguna mengirim pesan teks dan media, dan mendukung pesan grup yang dapat memasukkan hingga 200.000 orang dalam satu utas obrolan.

Obrolan berbasis cloud Telegram berjalan pada server yang didistribusikan secara global, yang diklaim dapat mengirimkan pesan lebih cepat daripada aplikasi perpesanan lain yang tersedia.

Ini juga berarti Anda dapat menyinkronkan pesan di semua perangkat Anda, dan Anda mendapatkan penyimpanan tanpa batas untuk media yang Anda bagikan

4. GroupMe

GroupMe adalah layanan perpesanan grup yang menyediakan obrolan lintas platform. Aplikasi ini dimiliki oleh Skype, yang juga dimiliki oleh Microsoft.

Karenaitu GroupMe juga mengikuti pada praktik pengumpulan data yang sama dengan semua produk Microsoft, dan itu tidak menampilkan enkripsi — atau banyak fitur keamanan seperti aplikasi lain.

Namun, yang membedakan GroupMe adalah fokusnya pada obrolan grup, serta beberapa fitur menyenangkan lainnya.

GroupMe memungkinkan pengguna untuk berbagi video, gambar, dan dokumen, yang dapat dilihat melalui mode "galeri" yang menunjukkan semua media yang dibagikan dalam sejarah grup.

Anda bahkan dapat mengirim pesan langsung ke pengguna tertentu dalam suatu grup. GroupMe juga mendukung berbagi lokasi, serta fitur sekunder seperti pesan "suka" dan set emoji khusus aplikasi.

Baca juga: LINE Ubah Batas Usia Pengguna Per Hari Ini, Berikut Detailnya

5. Line

Line yang populer di Jepang dirilis pada Juni 2011 dan telah diunduh setidaknya 500 juta kali di playstore.

Seperti WhatsApp, Line menggunakan sistem nomor telepon seluler penggunanya untuk saling berhubungan.

Namun yang membuat Line berbeda dari aplikasi lainnya adalah mempelopori emoticon yang bervariasi.

Selain itu, Line juga menyediakan layanan untuk memblokir seorang teman yang ada di kontak. Naver, perusahaan asal Jepang yang mengembangkan aplikasi ini, melengkapi Line dengan beberapa aplikasi tambahan, yakni Line Camera dan Line Card untuk kartu ucapan.

(Sumber: Kompas.com/Wahyunanda Kusuma Pertiwi/Bill Clinten | Editor: Reza Wahyudi/Reska K. Nistanto/Reza Wahyudi)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Lifehacker
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.