Kerusakan Ekosistem Picu Banjir dan Longsor Besar di Kabupaten Bogor

Kompas.com - 18/01/2020, 14:31 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan keterangan terkait peninjauan banjir dan longsor Kabupaten Bogor,  di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (18/1/2020) Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPBKepala BNPB Doni Monardo menyampaikan keterangan terkait peninjauan banjir dan longsor Kabupaten Bogor, di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (18/1/2020)

 

KOMPAS.com - Hasil peninjauan wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat oleh petugas gabungan menunjukkan adanya kerusakan ekosistem.

Kerusakan tersebut akibat banyaknya penebangan pohon dan aktivitas tambang ilegal.

Petugas gabungan yang melakukan peninjauan terdiri dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Wakil Kepala POLRI, Dirjen KSDA dan Ekosistem KLHK, Bupati Bogor, dan rombongan lain. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/1/2020).

"Dari tinjauan diketahui bahwa penyebab banjir dan longsor adalah kerusakan ekosisten akibat penebangan pohon sehingga gundul dan mudah longsor, apalagi banyak daerah dengan lereng yang curam," ujar Agus. 

"Penyebab lain adalah penambangan ilegal, dari udara terlihat ratusan tenda biru milik para penambang ilegal. Penambang menggunakan merkuri yang juga menyebabkan pencemaran logam berat yang berbahaya bagi manusia," lanjut Agus. 

Baca juga: Penjelasan PVMBG Soal 5 Titik Pergerakan Tanah di Sukajaya Bogor

Solusi permanen

Kerusakan ekosistem ini disebut sebagai kerusakan permanen sehingga Agus mengutip pernyataan Kepala BNPB Doni Monardo, perlu segera dilakukan solusi yang permanen pula.

Untuk itu, Pemerintah akan mengembalikan fungsi kawasan konservasi di bagian hulu dan mengalihkan masyarakat yang sebelumnya melakukan kegiatan tambang ilegal ke pekerjaan lain.

"Solusi permanen yang akan diambil adalah pengembalian kawasan konservasi di hulu dan pelarangan penambangan liar serta peningkatan mata pencaharian penduduk," kata Agus. 

Untuk menjalankan upaya tersebut, Agus mengatakan, selanjutnya akan dibentuk satgas bersama yang difasilitasi oleh BNPB dengan melibatkan semua pihak terkait. 

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meninggal Dunia, Berikut Profil Adiguna Sutowo

Meninggal Dunia, Berikut Profil Adiguna Sutowo

Tren
Pengusaha Sekaligus Mertua Dian Sastro, Adiguna Sutowo Meninggal Dunia

Pengusaha Sekaligus Mertua Dian Sastro, Adiguna Sutowo Meninggal Dunia

Tren
Manfaat dan Risiko Mengonsumsi Cangkang Telur untuk Suplemen Kalsium

Manfaat dan Risiko Mengonsumsi Cangkang Telur untuk Suplemen Kalsium

Tren
Ingin Rambut Hitam Berkilau? Cobalah Keramas Menggunakan Kopi Wangi

Ingin Rambut Hitam Berkilau? Cobalah Keramas Menggunakan Kopi Wangi

Tren
Mengenang Albert Einstein dan Perjalanan Hidupnya...

Mengenang Albert Einstein dan Perjalanan Hidupnya...

Tren
Konsumsi Obat Mag Setiap Hari Selama Puasa, Perhatikan Saran Dokter Ini

Konsumsi Obat Mag Setiap Hari Selama Puasa, Perhatikan Saran Dokter Ini

Tren
Viral, Video Ikan Cupang Terkena Sisik Nanas, Apa Penyebab dan Bagaimana Mengobatinya?

Viral, Video Ikan Cupang Terkena Sisik Nanas, Apa Penyebab dan Bagaimana Mengobatinya?

Tren
3 Persoalan Seputar BLT UMKM dan Solusinya

3 Persoalan Seputar BLT UMKM dan Solusinya

Tren
Masjid Jogokariyan Yogyakarta Buka Layanan GeNose, Ini Jadwal dan Tarifnya

Masjid Jogokariyan Yogyakarta Buka Layanan GeNose, Ini Jadwal dan Tarifnya

Tren
UPDATE Corona 18 April: 10 Negara dengan Kasus Tertinggi | Kabar Baik, Pasien Covid-19 di Perancis Menurun

UPDATE Corona 18 April: 10 Negara dengan Kasus Tertinggi | Kabar Baik, Pasien Covid-19 di Perancis Menurun

Tren
Sebelum Kartini Ada Ratu Kalinyamat, Perempuan Tangguh dan Visioner dari Jepara

Sebelum Kartini Ada Ratu Kalinyamat, Perempuan Tangguh dan Visioner dari Jepara

Tren
[POPULER TREN] Kronologi Penganiayan Perawat Siloam Sriwijaya | Deretan Aset Keluarga Cendana yang Disita Negara

[POPULER TREN] Kronologi Penganiayan Perawat Siloam Sriwijaya | Deretan Aset Keluarga Cendana yang Disita Negara

Tren
Update 11 Daerah Zona Merah dan 8 Daerah yang Tak Memiliki Kasus Covid-19 di Indonesia, Mana Saja?

Update 11 Daerah Zona Merah dan 8 Daerah yang Tak Memiliki Kasus Covid-19 di Indonesia, Mana Saja?

Tren
Benarkah Marah dan Bertengkar Dapat Membatalkan Puasa?

Benarkah Marah dan Bertengkar Dapat Membatalkan Puasa?

Tren
Profil Helen McCrory, Aktris Legendaris Inggris yang Meninggal karena Kanker

Profil Helen McCrory, Aktris Legendaris Inggris yang Meninggal karena Kanker

Tren
komentar
Close Ads X