Deretan Kasus Penipuan Berkedok Investasi, dari MeMiles hingga Swissindo

Kompas.com - 18/01/2020, 09:45 WIB
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat merilis kasus investasi bodong MeMiles di Mapolda Jatim, Jumat (3/1/2020). ANTARA Jatim/Willy IrawanKapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat merilis kasus investasi bodong MeMiles di Mapolda Jatim, Jumat (3/1/2020).


KOMPAS.com – Kasus penipuan berkedok investasi kembali menjadi perhatian publik baru-baru ini.

Terbaru yakni pengungkapan kasus investasi meMiles.

Ditreskrimsus Polda Jatim menyebut bahwa praktik investasi bodong meMiles tersebut memiliki omzet hingga Rp 750 miliar. Hal itu sebagaimana diberitakan Kompas.com (5/1/2020).

Berikut ini sejumlah praktik penipuan berkedok investasi bodong di Indonesia yang merugikan banyak pihak sejak 2015:

1. MeMiles

Dilansir dari Antara, investasi ilegal meMiles dijalankan tersangka berinisial KTM (47) dan FS (52) dengan menggunakan nama PT Kam and Kam.

PT tersebut berdiri sejak 8 bulan silam tanpa mengantongi izin.

Menurut website MeMiles, investasi bodong ini menjelaskan dirinya sebagai platform aplikasi yang bergerak di bidang digital Advertising memadukan 3 jenis bisnis yakni advertising, market place dan traveling.

Kasus ini menyeret pula sejumlah nama artis serta anggota keluarga Cendana.

Dalam jangka waktu 8 bulan, meMiles sudah berhasil mendapatkan 240.000 anggota.

Cara kerja meMiles adalah dengan mengajak anggota bergabung sebagai pemasang iklan maupun sebagai orang yang bertugas merekrut.

Dengan modal yang kecil, setiap anggota diiming-imingi bonus besar seperti mobil, tiket liburan hingga handpone.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X