Klitih di Yogyakarta Kembali Terjadi, Ini Kata Sosiolog Kriminalitas

Kompas.com - 13/01/2020, 16:00 WIB
KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Beberapa senjata tajam yang berhasil diamankan Polresta Yogyakarta dari para pelaku Klitih dijalan Kenari, Kota YogyakartaKOMPAS.com / Wijaya Kusuma

KOMPAS.com - Kasus kekerasan remaja di Yogyakarta yang kerap disebut klitih kembali menelan korban. Terbaru, korban atas nama Fatur Nizar Rakadio (16) meninggal dunia, Kamis (9/1/2020).

Fatur menjadi korban klitih di daerah Selopamioro, Imogiri, Bantul, pada Desember 2019 lalu.

Fatur, warga Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul itu, sempat mendapatkan perawatan, tetapi nyawanya tak tertolong.

Kasus yang menimpa Fatur bukan yang pertama kali terjadi. Ini kasus yang kesekian kali.

Fenomena klitih memang mengalami pasang surut. Namun, kembali muncul belakangan ini.

Peristiwa klitih selalu menjadi perhatian warga dan menjadi perbincangan, termasuk di dunia maya.

Baca juga: Jadi Tersangka, Pria Penabrak 2 Remaja Klitih hingga Tewas di Yogyakarta

Belum sampai akar masalah

Sosiolog kriminalitas dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Soeprapto mengatakan, kejahatan klitih selama ini memang sudah ditindak tegas oleh polisi.

Sejumlah pelaku yang terbukti melakukan kejatahan diproses hukum hingga ke pengadilan.

Akan tetapi, menurut dia, penyelesaiannya tak hanya dari sisi hukum, tetapi harus sampai pada akar permasalahan.

Klitih, dalam pandangan Soeprapto, ibarat rumput yang tidak tuntas dibersihkan, saat hujan tumbuh lagi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Mengetahui Lolos Tidaknya SKD dan Berhak Mengikuti SKB? Ini Penjelasan BKN

Bagaimana Cara Mengetahui Lolos Tidaknya SKD dan Berhak Mengikuti SKB? Ini Penjelasan BKN

Tren
Jangan Main-main, Letakkan Batu di Atas Rel KA Terancam Hukuman hingga Penjara Seumur Hidup

Jangan Main-main, Letakkan Batu di Atas Rel KA Terancam Hukuman hingga Penjara Seumur Hidup

Tren
Soal Kegiatan Susur Sungai yang Menewaskan 10 Pelajar, Ini Penjelasan BPBD DIY

Soal Kegiatan Susur Sungai yang Menewaskan 10 Pelajar, Ini Penjelasan BPBD DIY

Tren
Kilas Timur Tengah Sepekan, dari Kasus Corona di Iran hingga Ancaman Erdogan

Kilas Timur Tengah Sepekan, dari Kasus Corona di Iran hingga Ancaman Erdogan

Tren
Banjir Rendam Jakarta, Ini Sejumlah Wilayah yang Telah Dievakuasi Tim SAR

Banjir Rendam Jakarta, Ini Sejumlah Wilayah yang Telah Dievakuasi Tim SAR

Tren
Ingin Produktif Sepanjang Minggu? Lakukan 5 Hal Ini di Akhir Pekan

Ingin Produktif Sepanjang Minggu? Lakukan 5 Hal Ini di Akhir Pekan

Tren
4 Tips Menikmati Libur bagi Karyawan yang Bekerja di Akhir Pekan

4 Tips Menikmati Libur bagi Karyawan yang Bekerja di Akhir Pekan

Tren
Update CPNS, Ini Rincian Kelulusan Passing Grade SKD per Formasi

Update CPNS, Ini Rincian Kelulusan Passing Grade SKD per Formasi

Tren
CDC Naikkan 'Travel Advisory' Jepang ke Level 2 karena Virus Corona, Apa Artinya?

CDC Naikkan "Travel Advisory" Jepang ke Level 2 karena Virus Corona, Apa Artinya?

Tren
6 Orang Meninggal Terinfeksi Virus Corona, Iran Tutup Sekolah dan Universitas

6 Orang Meninggal Terinfeksi Virus Corona, Iran Tutup Sekolah dan Universitas

Tren
Turun di China, Kasus Virus Corona Melonjak di Korea Selatan, Jepang dan Italia, Ini Datanya..

Turun di China, Kasus Virus Corona Melonjak di Korea Selatan, Jepang dan Italia, Ini Datanya..

Tren
Seleksi Kompetensi Bidang: Materi Ujian SKB CPNS dan Jadwal Pelaksanaannya

Seleksi Kompetensi Bidang: Materi Ujian SKB CPNS dan Jadwal Pelaksanaannya

Tren
23 Februari 2010, Duka di Tenjoloyo, 70 Buruh Kebun Teh Tertimbun Longsor

23 Februari 2010, Duka di Tenjoloyo, 70 Buruh Kebun Teh Tertimbun Longsor

Tren
China Pemasok Utama, Stok Gaun Pengantin Diprediksi Terkena Imbas Wabah Corona

China Pemasok Utama, Stok Gaun Pengantin Diprediksi Terkena Imbas Wabah Corona

Tren
Update Korban Virus Corona: 2.364 Meninggal Dunia, 78.583 Terinfeksi, 20.863 Sembuh

Update Korban Virus Corona: 2.364 Meninggal Dunia, 78.583 Terinfeksi, 20.863 Sembuh

Tren
komentar
Close Ads X