[KLARIFIKASI] Video Proyek Kereta Cepat Disebut Tidak Kokoh karena Roboh

Kompas.com - 13/01/2020, 06:01 WIB
Tangkapan layar dari sebuah unggahan yang menyebutkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tidak kokoh dan roboh. Facebook/Vika Abdullah HusenTangkapan layar dari sebuah unggahan yang menyebutkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tidak kokoh dan roboh.
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat memberikan penjelasan mengenai unggahan video viral yang beredar di media sosial Facebook pada Kamis (2/1/2020).

Unggahan video itu diikuti narasi yang menyebutkan bahwa proyek kereta cepat kebanggaan Presiden Joko Widodo tidak kokoh.

Namun, narasi tersebut dibantah dan dinyatakan tidak benar oleh Dishub Jawa Barat.

Video yang memperlihatkan jalan yang ambles dan roboh bukan di proyek jalur kereta cepat Jakarta Bandung.

Narasi yang beredar

Pengunggah video tersebut menyertakan narasi bahwa peristiwa dalam video, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ambles dan roboh.

"Proyek Kereta Cepat kebanggaan Presiden Joko Widodo dari hasil utang ke China triliunan ternyata tidak kokoh dan roboh. Hasilnya menyedihkan".

Adapun unggahan tersebut sudah disukai lebih dari 1.300 kali dan dibagikan sebanyak lebih dari 1.600 kali.

Video ini dibagikan oleh beberapa akun. Salah satunya bisa dilihat pada unggahan di link ini.

Konfirmasi Kompas.com

Untuk mengonfirmasi hal ini, Kompas.com menghubungi Kepala Dishub Jawa Barat, Hery Antasari.

Hery mengatakan, jika melihat yang terekam dalam video itu, lokasi yang ambles tersebut bukan rel kereta cepat Jakarta-Bandung.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Hubungan SARS-CoV-2 dan Covid-19 Kaitannya Virus Corona, Berikut Penjelasannya..

Mengenal Hubungan SARS-CoV-2 dan Covid-19 Kaitannya Virus Corona, Berikut Penjelasannya..

Tren
PM Malaysia Mahathir Mohamad Mengundurkan Diri, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

PM Malaysia Mahathir Mohamad Mengundurkan Diri, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Tren
Viral Atap Malioboro Mall Disebut Ambrol, Ini Penjelasannya...

Viral Atap Malioboro Mall Disebut Ambrol, Ini Penjelasannya...

Tren
Pasang Surut Hubungan Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim

Pasang Surut Hubungan Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim

Tren
Afghanistan, Bahrain, Kuwait, Irak Laporkan Kasus Pertama: 34 Negara Konfirmasi Terinfeksi Virus Corona

Afghanistan, Bahrain, Kuwait, Irak Laporkan Kasus Pertama: 34 Negara Konfirmasi Terinfeksi Virus Corona

Tren
PM Malaysia Mundur, 'Mahathir Mohamad' Trending di Twitter Indonesia

PM Malaysia Mundur, "Mahathir Mohamad" Trending di Twitter Indonesia

Tren
Virus Corona di Iran: 50 Orang Meninggal di Kota Qom

Virus Corona di Iran: 50 Orang Meninggal di Kota Qom

Tren
Siap-siap! Lebih dari 190 Ribu Tiket KA Angkutan Lebaran Terjual, Ini Informasinya

Siap-siap! Lebih dari 190 Ribu Tiket KA Angkutan Lebaran Terjual, Ini Informasinya

Tren
75 Tahun Perjalanan Karier Politik Mahathir Mohamad

75 Tahun Perjalanan Karier Politik Mahathir Mohamad

Tren
Daftar 30 Wilayah di Korea Selatan yang Konfirmasi Positif Virus Corona Covid-19

Daftar 30 Wilayah di Korea Selatan yang Konfirmasi Positif Virus Corona Covid-19

Tren
Pemerintah Xinxian Perpanjang Masa Inkubasi Virus Corona hingga 21 Hari

Pemerintah Xinxian Perpanjang Masa Inkubasi Virus Corona hingga 21 Hari

Tren
'Red Alert' Virus Corona di Korea Selatan, Catat Nomor Kontak Darurat Ini!

"Red Alert" Virus Corona di Korea Selatan, Catat Nomor Kontak Darurat Ini!

Tren
763 Kasus Positif Corona, Korea Selatan Jadi Negara Terbanyak Kedua Setelah China

763 Kasus Positif Corona, Korea Selatan Jadi Negara Terbanyak Kedua Setelah China

Tren
Terbaru! Kuwait dan Bahrain Konfirmasi Kasus Pertama Virus Corona

Terbaru! Kuwait dan Bahrain Konfirmasi Kasus Pertama Virus Corona

Tren
152 Terinfeksi, 3 Meninggal, Ini Peta Penularan Virus Corona di Italia Utara

152 Terinfeksi, 3 Meninggal, Ini Peta Penularan Virus Corona di Italia Utara

Tren
komentar
Close Ads X