Kompas.com - 10/01/2020, 15:05 WIB
Waspadai Musim Hujan - Deretan gedung-gedung pencakar langit terlihat samar bersamaan turunnya hujan deras di  Jakarta, Senin (8/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, memperkirakan curah hujan di Indonesia meningkat selama Desember-Januari seiring menguatnya angin monsun dari Asia yang banyak membawa massa uap air. Kondisi ini harus diwaspadai karena rawan menimbulkan bencana seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor.

Kompas/Iwan Setiyawan (SET)
08-12-2014 IWAN SETIYAWAN (SET)Waspadai Musim Hujan - Deretan gedung-gedung pencakar langit terlihat samar bersamaan turunnya hujan deras di Jakarta, Senin (8/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, memperkirakan curah hujan di Indonesia meningkat selama Desember-Januari seiring menguatnya angin monsun dari Asia yang banyak membawa massa uap air. Kondisi ini harus diwaspadai karena rawan menimbulkan bencana seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor. Kompas/Iwan Setiyawan (SET) 08-12-2014

KOMPAS.com - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi angin monsun Asia akan melintas di Sulawesi Selatan selama 4 hari, mulai 9-12 Januari 2020.

Fenomena ini menyebabkan meningkatnya penambahan massa udara basah, pola pertemuan massa udara dari laut Jawa hingga Sulawesi. Akibatnya muncul gelombang tinggi, banjir hingga tanah longsor.

Merujuk pada jurnal Sekilas Sistem Monsum Asia-Australia (2015) karya Sandy Hardian, istilah monsun juga disebut dengan munsoon atau moonsun.

Secara tradisional muson atau monsun digunakan untuk merujuk pada iklim yang terlihat nyata berubah secara musiman.

Angin monsun adalah angin yang berhembus secara periodik, minimal 3 bulan.

Antara periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan dan berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun.

Monsun menjadi angin musiman yang bersifat periodik dan biasanya terjadi di Samudera Hindia dan Asia.

Munculnya angin monsun ditandai dengan curah hujan yang tinggi.

Baca juga: Waspadai Hujan Ekstrem hingga Februari 2020

Kepala Bagian Humas BMKG Taufan mengatakan angin monsun merupakan siklus yang memang selalu ada di wilayah Indonesia, terutama di musim hujan.

Monsun di Indonesia selalu dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya Monsun Asia.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X