Kompas.com - 04/01/2020, 19:45 WIB
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo naik tank amphibi saat meninjau Latihan Taktis TNI AD di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (12/11/2016). Puspen TNIPanglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo naik tank amphibi saat meninjau Latihan Taktis TNI AD di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (12/11/2016).

KOMPAS.com - Hubungan Indonesia-China kembali memanas setelah kapal penangkap ikan dan coast guard China melanggar wilayah teritori Indonesia di Laut Natuna.

Menteri Luar Negeri China mengklaim bahwa negaranya tetap konsisten terhadap posisi ZEE sesuai dengan hukum internasional yang ditetapkan pada Konvensi PBB.

Sementara Menlu Retno Marsudi mengatakan bahwa kapal-kapal China jelas melanggar batas wilayah Indonesia di perairan Natuna.

Saling klaim atas Laut Natuna tersebut sebenarnya telah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu.

Harian Kompas, 16 Desember 1974 memberitakan, nama Laut Natuna telah digunakan sejak tahun 1974.

Saat itu, Pengkowilhan-I Sumatera/Kalimantan Barat mengganti nama Laut Cina Selatan sebelah timur Sumatera dan sebelah barat Kalimantan menjadi Laut Natuna.

Penggantian nama itu disampaikan oleh Brigjen Amir Yudowinarno Pangdan IV/Sriwijaya kepada pemerintah pusat untuk memperoleh persetujuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, nama Laut Cina Selatan sudah tidak seusai dengan situasi saat itu.

Baca juga: Jadi Tempat Favorit Kapal Asing Pencuri Ikan, Apa Saja Potensi Perairan Natuna?

Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Di tahun 1995, Cina mengeluarkan pernyataan bahwa 200 mil timur Laut Natuna Besar masuk dalam zona ekonomi eksklusifnya.

Klaim China tersebut didasari atas deklarasi tahun 1958 tentang Laut Cina Selatan serta Undang-undang tentang Laut Teritorial dan Wilayah yang Berbatasan pada tahun 1992.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.