Jenderal Qasem Soleimani dan Pasang Surut Hubungan AS-Iran...

Kompas.com - 04/01/2020, 14:27 WIB
Ilustrasi hubungan Iran-AS ShutterstockIlustrasi hubungan Iran-AS
  • 2002 - Presiden George W Bush menyatakan Iran, Irak dan Korea Utara sebagai "poros kejahatan". Para pejabat AS menuduh Teheran mengoperasikan program senjata nuklir rahasia.
  • 2006 - Washington mengatakan bersedia untuk bergabung dengan perundingan nuklir multilateral dengan Iran jika negara itu menangguhkan program nuklir.
  • 2008 - Bush untuk pertama kalinya mengirim seorang pejabat untuk mengambil bagian secara langsung dalam negosiasi nuklir dengan Iran di Geneva.
  • 2009 - Presiden Barack Obama memberitahu pemimpin Iran bahwa bersedia membantunya jika Iran mau melepas kepalan tangan mereka.
  • 2009 - Inggris, Perancis dan AS mengumumkan bahwa Iran tengah membangun situs pengayaan uranium rahasia di Fordow.
  • 2012 - Hukum AS memberi Obama wewenang untuk menjatuhkan sanksi kepada bank asing jika mereka gagal mengurangi impor minyak Iran secara signifikan. Penjualan minyak Iran pun anjlok dan memicu kemerosotan ekonomi.
  • 2013 - Hassan Rouhani terpilih sebagai presiden Iran dan memiliki tujuan untuk meningkatkan hubungan Iran dengan dunia.
  • 2013 - Pada bulan September, Obama dan Rouhani berbicara melalui telepon, kontak tertinggi antara dua negara dalam tiga dekade terakhir.
  • 2013 - Pada bulan November, Iran dan enam negara besar menandatangani kesepakatan nuklir dalam pakta Joint Plant of Action. Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Presiden AS John F Kennedy Tewas Ditembak

  • 2016 - Iran melepas 10 pelaut AS di perairan teritorial Iran; AS dan Iran melakukan pertukaran tahanan.
  • 2018 - Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir dan menerapkan kembali sanksi ekonomi kepada Iran.
  • 2019 - AS memasukkan Garda Revolusi Iran ke dalam daftar organisasi teroris pada bulan April.
  • 2019 - Iran meningkatkan produksi uranium dan membatalkan komitemennya pada perjanjian nuklikr.
  • 2019 - Pada bulan Juni Iran menembak jatuh pesawat tak berawak AS yang disebut sedang berada di wilayah udara Iran; Iran merebut kapal tanker minyak Inggris.
  • 2019 - Pada bulan September, perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco diserang oleh drone dan rudal yang diyakini berasal dari Iran. Namun Teheran membantah terlibat dalam serangan itu.
  • 2019 - Pada bulan Desember terjadi serangan terhadap pangkalan militer AS di Irak yang menewaskan seorang warga AS. AS menyalahkan sekelompok milisi yang didukung Iran dan melakukan aksi balasan dengan menembak pangkalan-pangkalan militer Iran.
  • 2019 - Milisi yang didukung Iran melakukan aksi protes di luas Kedutaan Besar AS di Baghdad dan menyerbu pos keamanan.
  • 2020 - Jenderal top Iran Qasem Soleimani meninggal dalam serangan udara AS yang dilakukan atas arahan Donald Trump.

Baca juga: Hacker asal Sleman Raup Rp 31,5 Miliar dengan Meretas Perusahaan di AS

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu dan Balita Terpisah di Hong Kong Akhirnya Bertemu di Surabaya, Ini Kisahnya

Ibu dan Balita Terpisah di Hong Kong Akhirnya Bertemu di Surabaya, Ini Kisahnya

Tren
Pidato di Wisuda Harvard, Ini yang Disampaikan Nadhira Afifa

Pidato di Wisuda Harvard, Ini yang Disampaikan Nadhira Afifa

Tren
6 Misteri tentang Virus Corona yang Belum Diketahui Sampai Saat Ini

6 Misteri tentang Virus Corona yang Belum Diketahui Sampai Saat Ini

Tren
Mahasiswi Indonesia Nadhira Afifa Terpilih Sampaikan Pidato di Wisuda Harvard

Mahasiswi Indonesia Nadhira Afifa Terpilih Sampaikan Pidato di Wisuda Harvard

Tren
Kabar Baik Indonesia Hari Ini: 102 Daerah Bebas Covid-19, Rupiah Menguat

Kabar Baik Indonesia Hari Ini: 102 Daerah Bebas Covid-19, Rupiah Menguat

Tren
Gelombang Kedua Corona Iran: 3 Hari Berturut-turut Laporkan 3.000 Kasus

Gelombang Kedua Corona Iran: 3 Hari Berturut-turut Laporkan 3.000 Kasus

Tren
5 YouTuber Indonesia dengan Konten Inspiratif Kuliah di Luar Negeri, dari Nadhira Afifa hingga Jerome Polin

5 YouTuber Indonesia dengan Konten Inspiratif Kuliah di Luar Negeri, dari Nadhira Afifa hingga Jerome Polin

Tren
Kabar Baik: Rekor 551 Pasien Covid-19 Sembuh Harian, Begini Perawatannya

Kabar Baik: Rekor 551 Pasien Covid-19 Sembuh Harian, Begini Perawatannya

Tren
7 Negara di Dunia yang Akan Buka Pariwisata, Indonesia Salah Satunya

7 Negara di Dunia yang Akan Buka Pariwisata, Indonesia Salah Satunya

Tren
12 Penumpang dari Doha Positif Covid-19, Yunani Setop Penerbangan dari dan ke Qatar

12 Penumpang dari Doha Positif Covid-19, Yunani Setop Penerbangan dari dan ke Qatar

Tren
INFOGRAFIK: Pandemi Covid-19, Arti Zona Merah, Oranye, Kuning dan Hijau

INFOGRAFIK: Pandemi Covid-19, Arti Zona Merah, Oranye, Kuning dan Hijau

Tren
Di Warung Berbagi, Bisa Makan Sepuasnya Tanpa Harus Membayar Saat Pandemi Covid-19

Di Warung Berbagi, Bisa Makan Sepuasnya Tanpa Harus Membayar Saat Pandemi Covid-19

Tren
Simak, Waktu Terbaik Saksikan Gerhana Bulan Penumbra Esok Pagi

Simak, Waktu Terbaik Saksikan Gerhana Bulan Penumbra Esok Pagi

Tren
[KLARIFIKASI] Benarkah Petugas Rapid Test Jarang Ganti Sarung Tangan dan Berisiko Tularkan Covid-19?

[KLARIFIKASI] Benarkah Petugas Rapid Test Jarang Ganti Sarung Tangan dan Berisiko Tularkan Covid-19?

Tren
Syarat Mengajukan Keringanan UKT Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri

Syarat Mengajukan Keringanan UKT Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri

Tren
komentar
Close Ads X