Sejak Kapan Nelayan Asing Marak Curi Ikan di Laut Indonesia?

Kompas.com - 04/01/2020, 11:43 WIB
Sebanyak 13 kapal nelayan asing berbendera Vietnam siap ditenggelamkan di perairan Pulau Datuk, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (4/5/2019). KOMPAS.com/HENDRA CIPTA Sebanyak 13 kapal nelayan asing berbendera Vietnam siap ditenggelamkan di perairan Pulau Datuk, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (4/5/2019).

Kapal Jepang juga jadi momok nelayan lokal. Diberitakan Harian Kompas, 26 Juni 1968, kapal Kinyo Maru kapasitas 300 ton ketahuan mencuri di Teluk Sulawesi.

Selain itu, kapal-kapal nelayan dari Taiwan juga diketahui pernah mencuri ikan di perairan Kalimantan Timur.

Mengutip Harian Kompas, 31 Januari 1981, sebanyak 13 kapal asing itu dipergoki sedang mencuri ikan oleh kapal patroli TNI AL.

Panglima Komando Daerah Angkatan Laut (Pangdaeral) VI Sulawesi Utara saat itu, Laksamana Pertama Handoko menilai, denda bagi pencuri ikan sangat ringan.

Saat itu denda yang diberikan hanya seratus dollar per awak kapal dan lima dollar AS untuk tiap ton ikan.

Kawasan laut di Natuna memang salah satu yang jadi favorit penangkapan ikan.

Kala itu, Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) Tanjung Pinang Kolonel Prapto Pratiantono menyebut Laut Natuna seperti pasar malam.

Karena melihat begitu banyaknya lampu-lampu nelayan asing menerangi wilayah terpencil itu. Jumlahnya mencapai 600 kapal.

"Baru-baru ini kami tangkap 15 kapal Thailand karena menangkap ikan di wilayah tangkapantan izin," ujarnya dikutip dari Harian Kompas, 17 Mei 1990.

Baca juga: Bu Susi yang Masuk Trending di Tengah Ramainya Indonesia Vs China soal Laut Natuna...

Tenggelamkan

Pemerintah Indonesia sebenarnya pernah bersikap keras terhadap kapal asing yang mencuri ikan dari laut Indonesia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X