Jadi Tempat Favorit Kapal Asing Pencuri Ikan, Apa Saja Potensi Perairan Natuna?

Kompas.com - 03/01/2020, 20:09 WIB
Ilustrasi: Koarmada I kembali berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam yang masih melakukan pencurian ikan (Ilegal Fishing) di Laut bagian utara Natuna, Minggu (17/2/2019). DOK TNI ALIlustrasi: Koarmada I kembali berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam yang masih melakukan pencurian ikan (Ilegal Fishing) di Laut bagian utara Natuna, Minggu (17/2/2019).

Meski memiliki jumlah besar, jumlah tangkapan yang diperbolehkan adalah 80 persen dari potensi lestari atau sekitar 403.370 ton per tahun.

Komoditas perikanan tangkap potensial di wilayah ini terbagai dalam dua kategori, yaitu ikan pelagis dan ikan demersal.

Untuk jenis ikan pelagis, potensi yang dimiliki oleh Laut Natuna mencapai 327.976 ton per tahun dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 262.380 ton per tahun.

Jenis ikan demersal juga memiliki potensi yang tak kalah besar. Potensi ikan demersal mencapai 159.700 ton per tahun.

Lokasi penangkapan itu di antaranya adalah sekitar Pulau Bunguran, Natuna Besar, Pesisir Pulau Natuna, Midai, Pulau Serasan, Tambelan, dan Laut Cina Selatan.

Lokasi penangkapan kapal besar umumnya adalah yang berada di luar lokasi 4 mill laut yang berada di wilayah Laut Natuna.

Baca juga: Mengapa Menyalakan Mesin Mobil di Kapal Laut Berbahaya?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Minyak dan Gas Bumi

Tak hanya kaya akan keragaman hayati laut, Natuna juga dikenal menyimpan kandungan gas alam.

Volume yang dimilikinya sekitar dari lebih 90 triliun kaki kubik dan termasuk yang terbesar di Asia Pasifik.

Hal ini menjadikan wilayah laut tersebut banyak dilirik oleh negara-negara sekitar, tak terkecuali China.

Harian Kompas, 23 Juli 2016 memberitakan, produksi gas dan minyak di Natuna telah dimulai sejak 1986 dengan kapasitas gas 490,3 juta standar kaki kubik per hari serta 25.113 barrel minyak dan kondensat per hari.

Saat ini, ada 16 wilayah kerja migas di Natuna, yang terdiri atas enam wilayah kerja eksploitasi dan sisanya wilayah kerja eksplorasi.

Ada empat wilayah kerja yang sejauh ini sudah berproduksi, yaitu wilayah kerja Blok B Laut Natuna Selatan oleh Conoco Phillips Inc, Blok A Laut Natuna oleh Premier Oil Natuna Sea BV, Blok Kakap oleh Star Energy, serta Blok Udang oleh Pertamina EP dan Pertalahan Arnebatara
Natuna.

Baca juga: Di Balik Program Hapus Tato Gratis Polres Tanah Laut

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.