Greta Thunberg dan Perempuan Gambut

Kompas.com - 31/12/2019, 17:27 WIB
Sola berdiri di tengah lahan gambut yang terbakar di Pulang Pisau. Tahun 2019 adalah kali ketiganya bergabung dengan Tim Cegah Api Greenpeace untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. BBC News IndonesiaSola berdiri di tengah lahan gambut yang terbakar di Pulang Pisau. Tahun 2019 adalah kali ketiganya bergabung dengan Tim Cegah Api Greenpeace untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

Terbukti, pembangunan desa dengan melibatkan keterwakilan perempuan dalam prosesnya cenderung lebih memperhatikan isu seputar gambut.

Di Desa Sungai Namang, dana desa tahun ini tidak hanya digunakan untuk membangun infrastruktur, melainkan juga untuk meningkatkan kapasitas kelompok perempuan pengrajin purun dan kue talipuk, serta memberi bantuan modal usaha melalui badan usaha milik desa (bumdes).

Demikian juga di Desa Pulantani, salah satu alokasi dana desa tahun 2020 adalah untuk menanam dan memperluas lahan tanam purun desa.

Perwakilan pengrajin purun desa dikirim ke Yogyakarta, untuk belajar agar dapat menambah nilai jual produk kerajinan.

Upaya ini dilakukan agar semakin banyak perempuan-perempuan desa seperti Acil Una, yang lulus sarjana dari hasil menjual kerajinan purun.

Di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, fasilitator bersama warga desa berhasil memproduksi pupuk organik dengan bahan sederhana dan murah, tersedia di desa.

Namun dampaknya luar biasa, mampu mengurangi biaya operasional petani, yang digunakan untuk membeli pupuk dan kapur untuk menghilangkan pirit atau asam lahan gambut yang tinggi karena pembukaan lahan tanpa bakar.

Pupuk organik yang dikembangkan telah disampaikan oleh Kapolres Sambas, di pavilion Indonesia dalam ajang COP25 di Feria de Madrid, Spanyol awal bulan desember.

Kerja-kerja fasilitator desa jauh dari ingar-bingar social media, tidak pula diliput banyak media arus utama.

Oleh karenanya, tidak pernah terpikir upaya mereka menjaga gambut akan mendunia sepert Greta, atau mendapat sambutan luar biasa seperti Awkarin.

Cita-cita mereka sederhana, menjaga gambut, seperti yang kerap mereka sampaikan, "Gambut aja aku jaga, apalagi hatimu".

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X