Masih Digodok, Skema Insentif bagi Korban PHK

Kompas.com - 30/12/2019, 17:54 WIB
Uruslah BPJS Ketenagakerjaan segera setelah resign Uruslah BPJS Ketenagakerjaan segera setelah resign

KOMPAS.com - Pemerintah berencana memberikan insentif kepada pekerja yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan besaran setara 6 bulan gaji.

Skema baru ini disebut unemployment benefit atau jaminan bagi pekerja. Terobosan ini masuk dalam omnibus law  UU Cipta Lapangan Kerja.

Kapan akan diterapkan?

Deputi Direktur Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja mengatakan, penambahan manfaat bagi korban PHK ini masih dalam tahap pembahasan.

"Skema jaminan untuk pekerja yang terkena PHK masih digodok pemerintah sebagai pembuat kebijakan dengan mempertimbangkan kepentingan semua pihak terkait," kata Utoh saat dihubungi Kompas.com, Senin (30/12/2019) siang.

Sebagai badan penyelenggara, lanjut dia, BPJAMSOSTEK siap untuk mendukung kebijakan pemerintah tersebut.

Baca juga: Korban PHK Akan Dapat Insentif Setara 6 Bulan Gaji

Utoh menjelaskan, adanya manfaat tambahan ini menjadi salah satu bagian dari omnibus law.

"Proses pembahasan masih berjalan. Ini bagian dari omnibus law ketenagakerjaan yang sedang disiapkan pemerintah," ujar dia.

Saat ditanya besaran insentif yang akan didapatkan oleh korban PHK, hingga saat ini belum diputuskan, masih menunggu keputusan final.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga mengatakan, selain manfaat pemberian insentif, pekerja yang terkena PHK dapat mengikuti pelatihan yang disediakan pemerintah.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X