Banjir Sepeda Impor di Indonesia, Bagaimana Nasib Produsen Lokal?

Kompas.com - 30/12/2019, 14:03 WIB
Sepeda lipat Brompton ShutterstockSepeda lipat Brompton

KOMPAS.com - Produk sepeda impor secara masif masuk ke Indonesia. Sepeda impor tersebut masuk secara legal maupun ilegal.

Secara legal, sepeda impor masuk melalui mekanisme resmi yang sudah diatur oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Sementara secara ilegal, sepeda impor masuk melalui jalur penyelundupan, seperti kasus penyelundupan sepeda lipat Brompton dan Harley Davidson di pesawat Garuda Indonesia.

Produsen lokal pun merasakan dampak secara tidak langsung akibat fenomena masifnya sepeda impor di Indonesia.

Baca juga: Impor Sepeda dari China Marak, Produsen Domestik Menjerit

Respons produsen lokal

Salah satu sepeda lokal yang merasakan dampak gempuran impor sepeda adalah Polygon.

Direktur Insera Sena, produsen sepeda Polygon, William Gozali, mengatakan, kondisi Indonesia saat ini dibanjiri sepeda impor mahal dengan harga puluhan hingga ratusan juta.

Namun, proses impor sepeda mahal itu sama sekali tidak ada data di impor Indonesia.

Dia mengungkapkan, data impor menunjukkan rata-rata harga impor sepeda hanya Rp 200.000 per unit sehingga bea masuk dan pajak yang dibayar tidak lebih dari Rp 30.000 per unit.

Padahal banyak sepeda impor yang harganya lebih mahal dari itu.

Menurut William, hal ini tidak adil karena setiap sepeda yang diproduksi oleh pabrik di dalam negeri membayar pajak sekitar 15 persen dari harga jual.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X