Belajar dari Kasus Bangkai Daging Kambing, Berikut Hal yang Harus Dilakukan apabila Keracunan Makanan

Kompas.com - 29/12/2019, 13:37 WIB
Ilustrasi keracunan makanan ShutterstockIlustrasi keracunan makanan

KOMPAS.com - Keracunan makanan sering kali muncul akibat salah mengonsumsi atau salah mengolah bahan makanan.

Beberapa kasus, keracunan makanan terjadi lantaran makanan yang dimakan terpapar bakteri seperti salmonella atau Escherichia coli (E. coli).

Terbaru, belasan warga Desa Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT harus dilarikan ke puskesmas lantaran mengonsumsi bangkai daging kambing.

Adapun gejala dari keracunan makanan yang biasa muncul adalah perut sakit dan mual, muntah, kram perut, diare, demam, lemas, selera makan hilang, otot nyeri, dan tubuh terasa panas dingin.

Tak hanya itu, keracunan makanan apabila tidak ditangani dengan serius, dapat menyebabkan penderitanya meninggal dunia.

Baca juga: Dilarang Keras, seperti Apa Bahaya Konsumsi Daging Bangkai?

Lantas bagaimana penanganan untuk keracunan makanan?

Disadur dari Mayo Clinic, perawatan untuk keracunan makanan biasanya tergantung pada sumber penyakit, dan tingkat keparahan gejala keracunan.

Bagi kebanyakan orang, keracunan makanan sembuh tanpa pengobatan dalam beberapa hari, meskipun beberapa jenis keracunan makanan dapat bertahan lebih lama.

Pengobatan keracunan makanan dapat meliputi:

1. Penggantian cairan yang hilang

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kematian Bertambah, Ini Perkembangan Virus Corona di Korea Selatan dan Iran

Kematian Bertambah, Ini Perkembangan Virus Corona di Korea Selatan dan Iran

Tren
INFOGRAFIK: Cara Lapor SPT Pajak via Online

INFOGRAFIK: Cara Lapor SPT Pajak via Online

Tren
Update Korban Virus Corona: 2.250 Orang Meninggal Dunia dan 76.806 Terinfeksi

Update Korban Virus Corona: 2.250 Orang Meninggal Dunia dan 76.806 Terinfeksi

Tren
[POPULER TREN] Viral Packing Masker Diinjak-injak | Virus Corona Merebak di Korsel

[POPULER TREN] Viral Packing Masker Diinjak-injak | Virus Corona Merebak di Korsel

Tren
Korea Selatan Umumkan Kematian Kedua akibat Virus Corona

Korea Selatan Umumkan Kematian Kedua akibat Virus Corona

Tren
Siswa SMPN 1 Turi Hanyut saat Susur Sungai, Bagaimana Cara Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam?

Siswa SMPN 1 Turi Hanyut saat Susur Sungai, Bagaimana Cara Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam?

Tren
Virus Corona Mulai Mewabah di Iran: 4 Orang Meninggal, 18 Terinfeksi

Virus Corona Mulai Mewabah di Iran: 4 Orang Meninggal, 18 Terinfeksi

Tren
Mengenal Kota Daegu, Tempat Sebagian Besar Kasus Corona di Korea Selatan

Mengenal Kota Daegu, Tempat Sebagian Besar Kasus Corona di Korea Selatan

Tren
Ini Daftar 5 Kapal Pesiar yang Dikarantina karena Virus Corona

Ini Daftar 5 Kapal Pesiar yang Dikarantina karena Virus Corona

Tren
Viral Lima Anak SMA Boncengan di Atas Satu Motor

Viral Lima Anak SMA Boncengan di Atas Satu Motor

Tren
Viral Mitra GoFood Diduga Catut Nama Restoran Terkenal, Ini Penjelasan Gojek

Viral Mitra GoFood Diduga Catut Nama Restoran Terkenal, Ini Penjelasan Gojek

Tren
Kisah Perawat di China Terkait Virus Corona: Digunduli hingga Bekerja Saat Hamil Tua

Kisah Perawat di China Terkait Virus Corona: Digunduli hingga Bekerja Saat Hamil Tua

Tren
[KLARIFIKASI] Jawaban Pihak Masker Solida tentang Video Packing Masker yang Diinjak-injak

[KLARIFIKASI] Jawaban Pihak Masker Solida tentang Video Packing Masker yang Diinjak-injak

Tren
Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk PNS dan Umum, Ini Jadwal dan Syaratnya

Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk PNS dan Umum, Ini Jadwal dan Syaratnya

Tren
Saat Daegu Disebut seperti 'Kota Hantu' akibat Virus Corona di Korea Selatan...

Saat Daegu Disebut seperti "Kota Hantu" akibat Virus Corona di Korea Selatan...

Tren
komentar
Close Ads X