Seorang Pemuda Konsumsi Sirup Satu Botol Sekaligus, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Kompas.com - 23/12/2019, 08:05 WIB

KOMPAS.com - Seorang pemuda mengikuti challenge (tantangan) menenggak satu botol sirup terekam dalam video yang diunggah oleh akun Instagram Makassar Info, @makassar_iinfo pada Minggu (22/12/2019).

Dalam video itu terlihat satu botol penuh sirup tersebut telah diminum habis tanpa tersisa.

Adapun lokasi kejadian itu hingga saat ini masih ditelusuri.

Diketahui, pria tersebut melakukan tantangan tersebut lantaran mendapatkan bayaran Rp 20.000.

Sejumlah warganet pun turut berkomentar atas tindakan yang dilakukan pemuda tersebut.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Demi uang 20 ribu, pemuda ini habiskan sirup jeruk satu botol...

Sebuah kiriman dibagikan oleh OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) pada 21 Des 2019 jam 5:40 PST

"Auto diabetes," tulis akun @rara_fauzia.

"Murah amat, biaya berobat kalo sakit lebih mahal dari itu," tulis akun @koleksimajalah_hai_.

"Kasian lambungnya," tulis akun @olindasuhandi.

Lantas apa dampak mengonsumsi sirup tersebut secara sekaligus?

Baca juga: Jangan Lagi Dipercaya, 3 Mitos Food Combining Ini Dibantah Ahli Gizi

Penjelasan ahli gizi

Ahli gizi DR. dr. Tan Shot Yen menyampaikan bahwa pemuda tersebut lebih memprioritaskan uang ketimbang kesehatannya.

"Orang Indonesia butuhnya uang. Tidak butuh edukasi, enggak butuh kesehatan apalagi yang lain," ujar Tan saat dihubungi Kompas.com, Minggu (22/12/2019).

Menurutnya, kekurangpedulian pemuda tersebut dinilai menggampangkan kondisi kesehatan, karena sudah ada asuransi kesehatan.

Tan menjelaskan bahwa dalam sirup ada zat yang paling mengerikan, yakni High Fructose Corn Syrup.

"Orang mikirnya itu sirup buah, padahal produk industri," ujar Tan.

Produk ultra proses

Di sisi lain, produk industri yang dimaksud Tan merupakan produk ultra proses.

Adapun masalah pangan ultra proses, antara lain:

  • Pencetus obesitas
  • Pencetus gangguan gizi pada anak tumbuh kembang
  • Pencetus PTM (Penyakit Tidak Menular): Diabetes, hipertensi, sindroma metabolik
  • Mudah didapat, praktik, ekonomis, dirancang untuk menciptakan kecanduan, dianggap penyokong pertumbuhan ekonomi & industri
  • Menyasar kelompok masyarakat menengah ke bawah

Oleh karena itu, Tan menyarankan agar masyarakat tidak mengonsumsi produk ultra proses.

Ada baiknya masyarakat memulai mengupas makanan atau bahan makanan lain.

Baca juga: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Bisa Urus Turun Kelas hingga April 2020

Melansir dari Healthline.com, berikut risiko mengonsumsi High Fructose Corn Syrup dalam jumlah banyak:

1. Fruktosa dalam HFCS dapat menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih.

Glukosa mudah diangkut dan digunakan oleh setiap sel dalam tubuh dan juga merupakan sumber bahan bakar utama.

Sebaliknya, fruktosa dari HFCS perlu diubah menjadi glukosa, glikogen (karbohidrat yang disimpan), atau lemak oleh hati sebelum dapat digunakan sebagai bahan bakar.

2. Meningkatkan risiko penyakit lemak hati

Asupan fruktosa yang tinggi menyebabkan peningkatan lemak hati,

Sebuah studi pada pria dan wanita dengan kelebihan berat badan menunjukkan bahwa minum soda manis-sukrosa selama 6 bulan secara signifikan meningkatkan lemak hati, dibandingkan dengan minum susu, diet soda, atau air.

Penelitian lain juga menemukan bahwa fruktosa dapat meningkatkan lemak hati hingga tingkat yang lebih besar daripada jumlah glokosa yang sama.

Dalam jangka panjang, akumulasi lemak hati dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti diabetes tipe 2.

Baca juga: 2 Alasan yang Bisa Menjadikan Peserta BPJS Kesehatan Dinonaktifkan

3. Meningkatkan risiko obesitas dan kenaikan berat badan

Studi jangka panjang menunjukkan, asupan gula yang berlebihan, termasuk HFCS, merupakan kunci dalam perkembangan obesitas.

4. Asupan berlebihan terkait dengan diabetes

Konsumsi fruktosa berlebihan atau HFCS dapat menyebabkan resistensi insulin, suatu kondisi yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

Selain diabetes, HFCS dapat berperan dalam sindrom metabolik, yang telah dikaitkan dengan banyak penyakit, termasuk penyakit jantung dan kanker tertentu.

5. Dapat meningkatkan risiko penyakit serius lainnya

Sejumlah penyakit serius dikaitkan dengan konsumsi fruktosa yang berlebihan.

HFCS telah terbukti mengakibatkan peradangan, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Selain itu, kelebihan fruktosa dapat meningkatkan zat berbahaya yang disebut produk akhir glikasi lanjut (AGEs), yang dapat membahayakan sel tubuh.

Kemudian, kelebihan fruktosa dapat memperburuk penyakir radang lainnya seperti asam urat.

6. Tidak mengandung nutrisi penting

Seperti gula tambahan lainnya, HFCS merupakan zat yang tidak berisi nutrisi penting.

Dengan demikian, mengonsumsi HFCS akan mengurangi kandungan nutrisi total dari makanan Anda.

Karena, semakin banyak HFCS yang dikonsumsi, semakin sedikit ruang yang dimiliki untuk makanan yang padat gizi.

Baca juga: Viral Isu Kesehatan Sepanjang 2019: Soal Kopi Instan hingga Radiasi Ponsel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.