Para Pembesar yang Dijerat KPK di Era Agus Rahardjo Dkk

Kompas.com - 21/12/2019, 07:05 WIB
Terpidana kasus e-KTP Setya Novanto bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, dengan terdakwa mantan Dirut PLN Sofyan Basir di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (12/8/2019). ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARITerpidana kasus e-KTP Setya Novanto bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, dengan terdakwa mantan Dirut PLN Sofyan Basir di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (12/8/2019).

4. Setya Novanto

Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto terjerat kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) pada 2017.

Novanto terbukti telah merugikan negara karena telah memperkaya diri sendiri sebanyak 7,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 71 miliar (kurs tahun 2010) dari proyak pengadaan e-KTP.

Selain itu, Novanto juga diperkaya dengan mendapat jam tangan merek Richard Mille seri RM 011 seharga 135.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,3 miliar (kurs 2010).

Menurut jaksa, Novanto yang merupakan mantan Ketua Umum Partai Golkar itu secara langsung atau tidak langsung mengintervensi proses penganggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam proyek e-KTP tahun 2011-2013.

Akibat perbuatannya itu, Novanto divonis 15 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp 500 juta subider 3 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 24 April 2018.

Baca juga: Jaksa Yakin Tak Ada Kekhilafan Hakim dalam Putusan Setya Novanto

5. Irman Gusman

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman terjerat kasus suap terkait kuota gula impor.

Irman Gusman didakwa jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menerima suap Rp 100 juta dari Direktur CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto dan istri Xaveriandy, Memi.

Akibat perbuatannya, ia divonis 4,5 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Pengadilan Tipikor pada 20 Februari 2017.

Hukuman tersebut berkurang menjadi 3 tahun PK yang diajukannya dikabulkan oleh MA pada 24 September 2019.

Selain hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan, majelis hakim PK juga tetap mencabut hak politik Irman selama tiga tahun terhitung sejak Irman selesai menjalani masa pidana pokoknya.

Dengan pengurangan hukuman menjadi 3 tahun, ia telah bebas pada 26 September 2019.

Baca juga: Irman Gusman Bebas dari Lapas Sukamiskin

6. Sofyan Basir

Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir sempat terjerat kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Menurut jaksa, Sofyan Basir terbukti membantu transaksi dugaan suap dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Sofyan Basir dinilai memfasilitasi kesepakatan proyek hingga mengetahui adanya pemberian uang.

Adapun transaksi suap tersebut berupa pemberian uang Rp 4,7 miliar kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham.

Dalam kasus ini, Sofyan divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada 4 November 2019.

Majelis hakim berpendapat bahwa Sofyan tidak terbukti memenuhi unsur perbantuan memberi kesempatan, sarana, dan keterangan kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo dalam mendapatkan keinginan mereka mempercepat proses kesepakatan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau 1.

Baca juga: Sofyan Basir Bebas, Bagaimana Nasib Proyek PLTU Riau-1? 

7. Emirsyah Satar

Emirsyah Satar, yang saat itu menjabat Direktur Utama PT Garuda, terjerat kasus dugaan suap pada 2017.

KPK mengendus adanya suap terkait pengadaan mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbud milik Garuda Indonesia pada periode 2005-2014.

Emirsyah diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya diduga lebih dari 4 juta dollar AS, atau setara dengan Rp 52 miliar dari perusahaan asal Inggris Rolls Royce.

Uang dan aset yang diberikan kepada Emir diduga diberikan Rolls-Royce agar perusahaan asal Inggris tersebut menjadi penyedia mesin bagi maskapai penerbangan nomor satu di Indonesia.

Baca juga: Penyidikan Kasus Garuda Indonesia Selesai, Emirsyah Satar Segera Disidang

(Sumber: Kompas.com/Dylan Aprialdo Rachman/Ardito Ramadhan/Abba Gabrillin/Rakhmat Nur Hakim | Editor: Diamanty Meiliana/Bayu Galih/Fabian Januarius Kuwado/Krisiandi/Sandro Gatra)

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mitos atau Fakta, Banyak Minum Air Putih Bisa Cegah Infeksi Covid-19?

Mitos atau Fakta, Banyak Minum Air Putih Bisa Cegah Infeksi Covid-19?

Tren
Cegah Corona, Berikut Panduan Membersihkan Elektronik, Cucian dan Permukaan Menurut CDC

Cegah Corona, Berikut Panduan Membersihkan Elektronik, Cucian dan Permukaan Menurut CDC

Tren
Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta, Berikut 5 Negara dengan Jumlah Kasus Corona Terbanyak

Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta, Berikut 5 Negara dengan Jumlah Kasus Corona Terbanyak

Tren
Viral Pesan Kode R1, R1T, R1M, R1MT soal Tarif Diskon Listrik, Ini Penjelasan PLN

Viral Pesan Kode R1, R1T, R1M, R1MT soal Tarif Diskon Listrik, Ini Penjelasan PLN

Tren
Riset Terbaru National Academy of Sciences soal Penularan Virus Corona, Ini Hasilnya

Riset Terbaru National Academy of Sciences soal Penularan Virus Corona, Ini Hasilnya

Tren
5 Hal Sederhana yang Dapat Dilakukan untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

5 Hal Sederhana yang Dapat Dilakukan untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

Tren
Bagaimana Cara Mengecek Listrik Gratis atau Tidak? Berikut Penjelasan PLN

Bagaimana Cara Mengecek Listrik Gratis atau Tidak? Berikut Penjelasan PLN

Tren
Saat AS Alami Lonjakan Kasus dan Kematian akibat Virus Corona...

Saat AS Alami Lonjakan Kasus dan Kematian akibat Virus Corona...

Tren
ITB Ciptakan Ventilator Portabel, Akan Didonasikan ke Berbagai Rumah Sakit

ITB Ciptakan Ventilator Portabel, Akan Didonasikan ke Berbagai Rumah Sakit

Tren
Saat Masker Diyakini Dapat Kurangi Risiko Penularan Virus Corona

Saat Masker Diyakini Dapat Kurangi Risiko Penularan Virus Corona

Tren
Tanya Jawab Sensus Online dan Perlu Tidaknya Revisi Pengisian Data...

Tanya Jawab Sensus Online dan Perlu Tidaknya Revisi Pengisian Data...

Tren
Kasus Corona Capai 1 Juta, Begini Tes yang Dilakukan di Sejumlah Negara

Kasus Corona Capai 1 Juta, Begini Tes yang Dilakukan di Sejumlah Negara

Tren
Langkah Tegas Eropa Atasi Corona Diklaim Selamatkan 59.000 Nyawa

Langkah Tegas Eropa Atasi Corona Diklaim Selamatkan 59.000 Nyawa

Tren
Berikut Cara Aman Terima Paket, Bagaimana Membersihkannya dan Potensi Penularan Virus Corona

Berikut Cara Aman Terima Paket, Bagaimana Membersihkannya dan Potensi Penularan Virus Corona

Tren
Kasus Corona Bertambah, Arab Saudi Menutup Penuh Mekkah dan Madinah

Kasus Corona Bertambah, Arab Saudi Menutup Penuh Mekkah dan Madinah

Tren
komentar
Close Ads X