Kompas.com - 15/12/2019, 16:45 WIB

KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana memperketat perihal aturan pembentukan anak usaha BUMN.

Selain itu pihaknya juga berencana memperlebar hak Kementerian BUMN di antaranya adalah menutup serta memerger BUMN.

Hal itu terkait dengan adanya temuan mengenai direksi BUMN yang menjadi komisaris di 6 perusahaan anak cucu.

Jika melihat secara etika, Erick menilai mereka yang sudah menjadi dirut paling tidak hanya membawahi dua atau tiga perusahaan.

Pertamina jadi sorotan

Salah satu perusahaan yang saat ini tengah disorot adalah Pertamina.

Usai melakukan rapat dengan Pertamina, Erick mengatakan dirinya mendapati fakta tentang banyaknya anak usaha Pertamina.

"Kemarin saya rapat dengan Pertamina, ternyata ada 142 perusahaan di Pertamina," ujarnya ketika ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Jumat (14/12/2019).

Berkaitan dengan hal tersebut Erick meminta jajaran direksi dan Komisaris Pertamina untuk memetakan bisnis anak cucu tersebut.

Termasuk memeriksa kondisi kesehatan setiap perusahaan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.