Silat Malaysia Juga Masuk Warisan Budaya Tak Benda, Apa Bedanya dengan Pencak Silat Indonesia?

Kompas.com - 13/12/2019, 16:07 WIB
Pencak silat ShutterstockPencak silat


KOMPAS.com –  Pencak silat Indonesia ditetapkan oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization ( UNESCO) sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Penetapan tersebut setelah melalui sejumlah tahapan yang dimulai sejak pengajuan pada akhir Maret 2017.

UNESCO menetapkan pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Bogota, Kolombia, Kamis (12/12/2019), melalui sidang ke 14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage.

Sidang ini berlangsung sejak 9 hingga 14 Desember 2019 mendatang.

Selain pencak silat Indonesia, silat Malaysia ternyata juga ditetapkan dalam kategori yang sama, Warisan Budaya Tak Benda.

Baca juga: UNESCO Tetapkan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Melansir dari situs resmi heritage Malaysia, Persatuan Dunia Seni Silat Melayu Malaysia (DSSM) mendaftarkan silat sebagai warisan budaya UNESCO pada Desember 2018.

Meski kedua olahraga ini terlihat sama, akan tetapi UNESCO sama-sama menetapkan keduanya sebagai Warisan Budaya Tak Benda di antara 15 budaya lainnya.

Indonesia dengan nama Tradisi Pencak Silat, dan Malaysia dengan nama Silat.

Lalu, apa bedanya pencak silat Indonesia dengan silat Malaysia?

Pencak silat

Melansir dari situs resmi UNESCO, pencak silat merupakan tradisi lama yang mencakup berbagai aspek yakni mental, dan spiritual, pertahanan diri, dan estetika.

Pencak silat mencakup aspek mental-spiritual, pertahanan diri, dan artistik.

Adapun gerakan dan gaya pencak silat sangat dipengaruhi oleh beberapa elemen seni yang melibatkan kesatuan tubuh dan gerakan yang sesuai dengan musik yang menyertainya.

Pencak merupakan istilah yang dikenal di Jawa, sedangkan silat lebih dikenal di Sumatera Barat yang menggambarkan sekelompok seni bela diri dengan banyak kesamaan.

Pencak silat memiliki gerakan, gaya iringan musik dan peralatan pendukung yang meliputi kostum, alat musik, dan senjata tradisional.

Pencak silat mengajarkan tentang menjaga hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan dilatih dalam berbagai teknik untuk perlindungan dari serangan berdasarkan prinsip melindungi diri sendiri dan orang lain, menghindari melukai pelaku, dan membangun persahabatan.

Baca juga: Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda, Ini Sejarah Pencak Silat

Praktik ini memperkuat persahabatan, menjaga ketertiban sosial, dan menyediakan hiburan untuk upacara ritual.

Mengutip dari video perkenalan mengenai pencak silat yang dipublikasi situs UNESCO, pencak silat tumbuh dalam banyak budaya dan menjadi identitas kebanggaan Indonesia.

Dalam konteks ini, pencak silat ditampilkan dalam musik. Misalnya, di Jawa Barat dengan iringan kendang, terumpet, kempul, dan sebagainya.

Sementara. pada musik instrumen Sumatera, menggunakan talempo, gendang, atau serunai.

Di Jawa Timur, instrumen musik yang digunakan berupa gendang rebana, kecrek, saron, dengung, dan kenong.

Selanjutnya, silat Malaysia...

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X