Saat SMK Menjadi Pemasok Angka Pengangguran Tertinggi di Indonesia...

Kompas.com - 11/12/2019, 20:13 WIB
SMKN 12 Bandung bekerja sama dengan PT JABIL, perusahaan publik asal Amerika Serikat yang memproduksi detail part component untuk pesawat terbang. Dok. Dinas Pendidikan Jawa BaratSMKN 12 Bandung bekerja sama dengan PT JABIL, perusahaan publik asal Amerika Serikat yang memproduksi detail part component untuk pesawat terbang.

KOMPAS.com- Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI) mencatat bahwa SMK merupakan pemasok angka pengangguran tertinggi di Indonesia. Data tersebut diperolah dari laporan serikat guru di daerah-daerah.

Laporan tersebut juga sesuai dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa pengangguran terbuka pada Agustus 2019 berjumlah 7,05 juta orang. Angka ini meningkat dari Agustus 2018 yang hanya 7 juta orang.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) tersebut didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yaitu sebesar 10,42 persen pada Agustus 2019.

Menanggapi tingginya tingkat pengangguran di SMK, Wasekjen FSGI Satriwan Salim mengungkapkan bahwa kondisi ini disebabkan lantaran kurangnya guru mata pelajaran produktif di SMK

"Permasalahan SMK itu justru kekurangan guru mata pelajaran yang menjadi core business-nya mereka, yaitu mata pelajaran produktif," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (11/12/2019).

Satriwan mengatakan bahwa mata pelajaran produktif menjadi inti dari SMK Vokasi. Misalnya, teknik mesin, teknik industri, desain grafis, dan lainnya.

Ia menilai bahwa kurangnya guru di mata pelajaran produktif ini disebabkan oleh rendahnya minat mahasiswa-mahasiswa pendidikan untuk menjadi guru SMK.

"Kalo menjadi guru SMK, upahnya sedikit, apalagi honorer. Jadi, mereka lebih memilih kerja di perusahaan atau pabrik. Alhasil, siapa yang mengajar di mata pelajaran produktif? Yaitu guru guru mata pelajaran adaptif, normatif," jelas Satriwan.

Baca juga: Menilik Latar Belakang Pendidikan 7 Staf Khusus Milenial Jokowi...

Persoalan sarana dan prasarana

Guru mata pelajaran adaptif dan normatif ini contohnya adalah guru Bahasa, Matematika, Olahraga, Agama, dan lainnya.

"Sehingga tidak sesuai dengan bidang keahliannya kan. Bagaimana lulusan SMK akan qualified, akan link and match dengan dunia industri, ketika core business vokasinya saja diajar oleh orang yang tidak profesional," lanjutnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga China di Malaysia Ini Berusaha Kabur ke Bandara bersama Anak Balitanya yang Diduga Terinfeksi Virus Corona

Warga China di Malaysia Ini Berusaha Kabur ke Bandara bersama Anak Balitanya yang Diduga Terinfeksi Virus Corona

Tren
RSUD Jambi Kirim Sampel Darah Pasien WNA China yang Diduga Terkena Virus Corona ke Jakarta

RSUD Jambi Kirim Sampel Darah Pasien WNA China yang Diduga Terkena Virus Corona ke Jakarta

Tren
BPKP Umumkan Jadwal SKD CPNS di 7 Kota, Ini Daftar Nama dan Sesi Tes

BPKP Umumkan Jadwal SKD CPNS di 7 Kota, Ini Daftar Nama dan Sesi Tes

Tren
Merebaknya Virus Corona, Apakah Bisa Memengaruhi Ekonomi Global?

Merebaknya Virus Corona, Apakah Bisa Memengaruhi Ekonomi Global?

Tren
Diduga Terinfeksi Virus Corona, Bayi Berusia 23 Hari di Hong Kong Masuk Ruang Isolasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, Bayi Berusia 23 Hari di Hong Kong Masuk Ruang Isolasi

Tren
80 Korban Meninggal Virus Corona, Kenali Gejala, Pencegahan dan Perawatannya

80 Korban Meninggal Virus Corona, Kenali Gejala, Pencegahan dan Perawatannya

Tren
Jumlah Kasus Infeksi Virus Corona di 8 Negara Bertambah, Berikut Rinciannya

Jumlah Kasus Infeksi Virus Corona di 8 Negara Bertambah, Berikut Rinciannya

Tren
Dokter Peringatkan, Gejala Virus Corona Bisa Tak Terlihat

Dokter Peringatkan, Gejala Virus Corona Bisa Tak Terlihat

Tren
Jadi Pasien Termuda, Bayi Berusia 9 Bulan Terinfeksi Virus Corona

Jadi Pasien Termuda, Bayi Berusia 9 Bulan Terinfeksi Virus Corona

Tren
Virus Corona Wuhan, SARS, dan MERS: Mana yang Penyebarannya Paling Pesat?

Virus Corona Wuhan, SARS, dan MERS: Mana yang Penyebarannya Paling Pesat?

Tren
30 dari 31 Provinsi di China Terkonfirmasi Adanya Virus Corona

30 dari 31 Provinsi di China Terkonfirmasi Adanya Virus Corona

Tren
WHO Ingatkan Cuci Tangan agar Terhindar dari Virus Corona, Bagaimana Caranya?

WHO Ingatkan Cuci Tangan agar Terhindar dari Virus Corona, Bagaimana Caranya?

Tren
Michael Jordan, Shaquille O'Neal, hingga Mozart, Ini Beberapa Kutipan Terkenal Kobe Bryant

Michael Jordan, Shaquille O'Neal, hingga Mozart, Ini Beberapa Kutipan Terkenal Kobe Bryant

Tren
INFOGRAFIK: Mengenang Legenda NBA Kobe Bryant (1978-2020)

INFOGRAFIK: Mengenang Legenda NBA Kobe Bryant (1978-2020)

Tren
Fakta-fakta tentang Kobe Bryant 'The Black Mamba'

Fakta-fakta tentang Kobe Bryant "The Black Mamba"

Tren
komentar
Close Ads X