Sepak Terjang Sosok Erick Thohir Sebelum "Sikat" BUMN Bermasalah

Kompas.com - 10/12/2019, 15:05 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir usai laporan kepada Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariMenteri BUMN Erick Thohir usai laporan kepada Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

KOMPAS.com - Sosok Erick Thohir belakangan menjadi perhatian banyak pihak, karena melakukan serangkaian gebrakan di tubuh perusahaan negara usai resmi dilantik menjadi Menteri BUMN, 23 Oktober silam.

Beberapa gebrakan yang dilakukan Erick antara lain adalah mengangkat sosok kontroversial Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina.

Selain itu, ia juga memangkas seluruh pejabat Eselon 1 yang dipilih pada era menteri sebelumnya.

Terakhir, Erick juga kembali disorot setelah memastikan akan memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara dan sederet pihak terkait setelah diketahui menitipkan barang-barang mewah di penerbangan nonkomersil pesawat baru Garuda Indonesia jenis Airbus A330-900 Neo.

Semua gebrakan itu lantas banyak disebut sebagai aksi sikat bersih BUMN ala Erick Thohir.

Sebenarnya tidak mengherankan ketika sosok Erick Thohir melakukan gebrakan-gebrakan semacam ini.

Menilik perjalanan kariernya, Erick memang sudah terbiasa duduk di posisi pemimpin dalam sejumlah perusahaan atau tim besar yang dipimpinnya.

Baca juga: Sama-sama Ditunjuk Jokowi, Beda Sikap Rini dan Erick Thohir terhadap Garuda

Pendiri Mahaka Media

Erick Thohir diketahui sebagai sosok pendiri sekaligus mantan Komisaris Utama sebuah perusahaan media dan hiburan bernama Mahaka Media.

Secara spesifik, Mahaka Media memiliki kekuatan di bidang penyiaran, percetakan & publikasi, online dan perusahaan pemasaran.

Perusahaan ini membuat, menjual, mengumpulkan, juga mendistribusikan konten-konten komunitas melalui berbagai macam platform.

Beberapa brand yang ada di bawah naungan perusahaan dengan kode ABBA di IDX ini adalah Republika, Gen FM, Prambors FM, Jak TV, Raja Karcis, dan lain-lain.

Setelah resmi ditunjuk sebagai pembantu presiden untuk menjadi Menteri BUMN, pria kelahiran 30 Mei 1970 itu pun mengajukan surat pengunduran dirinya dari posisi Komisaris Utama Mahaka.

Baca juga: Profil Erick Thohir, Menteri BUMN

Pemilik Saham Inter Milan

Selain itu, Erick Thohir juga pernah tercatat sebagai bos dari Inter Milan dengan kepemilikan saham mayoritas di klub bola asal Italia tersebut.

Ia tercatat membeli Inter Milan pada Oktober 2013 dari Massimo Moratti dan menjabat sebagai Presiden Klub.

Namun, saham itu ia lepas kepada Suning Commerce Group pada tahun 2016 dengan besaran transaksi mencapai 307 juta dolar Amerika.

Lalu, pada Januari 2019, ia kembali melepas sisa saham di klub tersebut sebesar 31,05 persen kepada LionRock Capital.

Dengan pelepasan saham tersebut, saham mayoritas Inter Milan saat ini dikuasai oleh Suning sementara LionRock Capital hanya berstatus sebagai pemegang saham minoritas.

Sejak 2018, posisinya sebagai Presiden Klub juga sudah digantikan oleh Steven Zang.

Baca juga: 10 BUMN yang Miliki Bisnis Hotel, dari Pertamina hingga Krakatau Steel

Ketua Panitia Asian Games 2018

Lanjut ke dalam negeri, kepiawaian Erick dalam mengorganisir sebuah tim juga sudah terbukti berhasil saat ia dipercaya menjadi Ketua Panitia Asian Games 2018, Indonesian Asian Games Organizing Committee (Inasgoc).

Indonesia menerima banyak pujian ketika dinilai berhasil menjadi tuan rumah dari Pesta olahraga terbesar se ASIA ini.

Pelaksanaan kompetisi yang tertata, akomodasi para delegasi negara peserta yang terkoordinasi dengan baik, hingga gelaran upacara pembukaan dan penutup yang menyuguhkan penampilan memukau.

Tak sekadar pujian, kesuksesan ini juga mengantarkan Inasgoc memperoleh penghargaan Taxpayer Award 2019, karena disebut sukses secara administrasi.

Baca juga: Langkah Cepat Erick Thohir, dari Tunjuk Ahok hingga Copot Dirut Garuda

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf

Usai bertugas di ASIAN Games, Erick Thohir yang dianggap berhasil ini pun ditawari posisi sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk memenangkan pasangan tersebut di Pilpres April 2019.

Ia mengaku sudah mendapatkan tawaran ini sejak masih bertugas di ASIAN Games, Agustus 2018.

Penunjukan Ercik sebagai Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf merupakan pilihan Jokowi secara pribadi, di antara nama-nama lain yang juga sempat muncul, seperti bos CT Corp Chairul Tanjung dan jurnalis Najwa Shihab.

Sosok Erick yang tidak memiliki latar belakang politik justru diyakini dapat bekerja dengan baik, karena tugasnya adalah mengatur dan mengharmonisasikan beragam unsur dalam tim pemenangan.

Hasil kerja keras tim pemenangan di bawah kepemimpinan Erick Thohir pun membuahkan hasil manis. Pasangan yang mereka usung, Jokowi-Ma'ruf memenangkan Pilpres dengan unggul sebanyakBaca juga: Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of The Year 2019, Ini 4 Faktanya 11 persen dibanding rival pasangan Prabowo-Sandiaga.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X