Menteri Main Teater, Pengamat Sebut Bukan Itu yang Ditunggu Publik

Kompas.com - 10/12/2019, 13:16 WIB
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutamaberperan sebagai siswa SMA, dan Menteri BUMN Erick Thohir berperan sebagai pedagang bakso dalam kampanye peringatan Hari Tanpa Korupsi di SMK Negeri 57, Jakarta, Senin (09/12/2019). DOK. KEMENDIKBUDMendikbud Nadiem Anwar Makarim bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutamaberperan sebagai siswa SMA, dan Menteri BUMN Erick Thohir berperan sebagai pedagang bakso dalam kampanye peringatan Hari Tanpa Korupsi di SMK Negeri 57, Jakarta, Senin (09/12/2019).

KOMPAS.com - Sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju (KIM) tampil dalam pentas drama ( teater) berjatuk "Prestasi Tanpa Korupsi" yang diselenggarakan di SMK Negeri 57, Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (9/12/2019) kemarin.

Pagelaran ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia ( Hakordia) 2019.

Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, berbagi peran dengan komedian Sogi dan Bedu di atas panggung.

Mereka memainkan sebuah cerita yang mengandung sarat makna, terutama untuk tidak melakukan korupsi dalam bentuk apapun.

Di bangku penonton, terlihat Presiden Joko Widodo juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan para menteri beraksi memainkan peran.

Teater yang dibawakan dengan ringan dan dibalut komedi ini sukses mengundang tawa seluruh pengunjung yang hadir.

Tak hanya itu, netizen yang menyaksikan pertunjukan tersebut melalui media sosial juga banyak yang memberikan respons positifnya.

Baca juga: Mantan Napi Korupsi Diperbolehkan Ikut Pilkada, KPK: Kita Harus Tegas

Pemberantasan Korupsi

Namun, benarkah penampilan para menteri kabinet kemarin dapat mengubah persepsi publik tentang Pemerintah dalam kaitannya dengan pemberantasan korupsi?

Peneliti di Departemen Politik dan Hubungan Internasional Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menegaskan pertunjukan teater oleh para menteri itu bukanlah suatu yang luar biasa.

"Ya itu pertunjukan teater saja menurut saya. Itu hal yang biasa saja dan enggak ada yang istimewa dalam cara pemerintah memperkuat KPK," kata Arya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (10/12/2019).

Penampilan yang banyak menyita perhatian dan tawa itu ternyata menurut Arya tidak lantas mengaburkan harapan utama publik tentang keseriusan Pemerintah dalam melawan korupsi dan memperkuat KPK.

"Teater itu enggak ada hubungannya dengan kebijakan. Yang ditunggu publik apa kebijakan pemerintah untuk mendorong good and clean governance dan memperkuat KPK," sebutnya.

Wajar saja, masyarakat memang banyak menunggu langkah apa yang akan dilakukan Pemerintah untuk menangani perkara kejahatan luar biasa ini setelah dianggap 'mengebiri' KPK melalui revisi UU No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Korupsi.

Baca juga: Pemberian Grasi Terpidana Korupsi Dinilai Nodai Rasa Keadilan

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal SKD CPNS Kemenag Aceh Dirilis, Cek Daftar 30 Wilayah yang Sudah Umumkan

Jadwal SKD CPNS Kemenag Aceh Dirilis, Cek Daftar 30 Wilayah yang Sudah Umumkan

Tren
[POPULER TREN] Update Virus Corona di Timur Tengah | Banjir Jakarta

[POPULER TREN] Update Virus Corona di Timur Tengah | Banjir Jakarta

Tren
Satu Orang Positif Virus Corona, 1.000 Tamu Hotel di Pulau Tenerife, Spanyol, Dikarantina

Satu Orang Positif Virus Corona, 1.000 Tamu Hotel di Pulau Tenerife, Spanyol, Dikarantina

Tren
Swiss, Austria dan Kroasia Laporkan Kasus Virus Corona Pertama

Swiss, Austria dan Kroasia Laporkan Kasus Virus Corona Pertama

Tren
Pejabat Kementerian Kesehatan Iran Positif Terinfeksi Virus Corona

Pejabat Kementerian Kesehatan Iran Positif Terinfeksi Virus Corona

Tren
2.838 Personel Normalkan Gardu Listrik Terdampak Banjir Jakarta, Ini Daftar Lokasinya..

2.838 Personel Normalkan Gardu Listrik Terdampak Banjir Jakarta, Ini Daftar Lokasinya..

Tren
Jakarta Banjir, Viral Deretan Kendaraan Terobos dan Halangi Rute TransJakarta

Jakarta Banjir, Viral Deretan Kendaraan Terobos dan Halangi Rute TransJakarta

Tren
Ribuan Unta Serbu Jalanan Usai Serangan Udara di Pelabuhan Tripoli, Libya

Ribuan Unta Serbu Jalanan Usai Serangan Udara di Pelabuhan Tripoli, Libya

Tren
200 Ribu Jamaah Gereja Shincheonji di Korsel akan Dites Terkait Virus Corona

200 Ribu Jamaah Gereja Shincheonji di Korsel akan Dites Terkait Virus Corona

Tren
Ramai Kereta Anjlok di Stasiun Jayakarta, Ini Penjelasannya...

Ramai Kereta Anjlok di Stasiun Jayakarta, Ini Penjelasannya...

Tren
Mahathir Mohamad Mundur, Ini yang Perlu Diketahui soal Gejolak Politik di Malaysia

Mahathir Mohamad Mundur, Ini yang Perlu Diketahui soal Gejolak Politik di Malaysia

Tren
977 Kasus Positif, Kenapa Infeksi Virus Corona di Korea Selatan Meningkat Cepat?

977 Kasus Positif, Kenapa Infeksi Virus Corona di Korea Selatan Meningkat Cepat?

Tren
Di Sidang HAM PBB, Indonesia Angkat soal Pemberdayaan Perempuan

Di Sidang HAM PBB, Indonesia Angkat soal Pemberdayaan Perempuan

Tren
Hanya Foto di IKEA, Ini Alasan Selebgram AS Palsukan Liburan di Bali

Hanya Foto di IKEA, Ini Alasan Selebgram AS Palsukan Liburan di Bali

Tren
Viral Lowongan Kerja 'Professional Cuddler' dan Curhat Berbayar, Apa Pekerjaannya?

Viral Lowongan Kerja "Professional Cuddler" dan Curhat Berbayar, Apa Pekerjaannya?

Tren
komentar
Close Ads X