Belum Seluruh Wilayah Indonesia Masuki Musim Hujan, Ini Kata BMKG

Kompas.com - 08/12/2019, 20:00 WIB
Ilustrasi hujan KulkannIlustrasi hujan

KOMPAS.com - Sejumlah wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan. Bahkan, hujan di beberapa daerah dibarengi dengan angin kencang dan petir.

Meski begitu, belum semua wilayah di Indonesia sudah disapa hujan. Terkait hal ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) menyampaikan analisisnya.

Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko menyampaikan, aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi angin timuran, yaitu massa udara berasal dari Benua Australia.

"Monsun Asia pada dasarian III November 2019 aktif, dan diprediksi tetap aktif pada dasarian I Desember 2019 hingga dasarian III Desember 2019 dan berada di sekitar klimatologisnya," kata Hary saat dihubungi Kompas.com, Minggu (8/12/2019).

Lanjutnya, monsun Australia pada dasarian III November 2019 aktif dan diprediksi tetap aktif hingga dasarian III Desember 2019.

Monsun ini diprediksi lebih kuat dibanding normalnya dan berpotensi menghambat pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian Selatan hingga dasarian III Desember 2019.

"Analisis tanggal 30 November 2019 menunjukkan MJO tidak aktif dan diprediksi tetap tidak aktif hingga awal dasarian I Desember 2019, kemudian diprediksi aktif di fase 2 hingga pertengahan dasarian II Desember 2019," ujar Hary.

Baca juga: Musim Hujan, Jangan Lupa Bersihkan Talang

Berdasarkan peta prediksi spasial anomali OLR, pada akhir dasarian III November 2019 wilayah Indonesia bagian timur didominasi wilayah subsiden atau kering.

Sementara, pada pertengahan dasarian I Desember 2019 mulai terbentuk wilayah konvektif atau basah di Indonesia bagian barat dan tetap berlangsung hingga pertengahan dasarian III Desember 2019.

Analisis curah hujan

Analisis curah hujan dasarian III November 2019 menunjukkan, pada umumnya curah hujan berada pada kriteria rendah (0-50 mm per dasarian).

"Curah hujan menengah (50-150 mm per dasarian) terjadi di Riau bagian utara, Jawa Barat bagian tengah, Flores bagian tengah, Kalimantan Barat bagian utara, dan Papua bagian tengah," papar Hary.

Sedangkan, curah hujan tinggi (>150 mm per dasarian) terjadi di Sumatera Utara bagian utara, dan Kalimantan Utara bagian utara.

Sifat hujan pada Dasarian I November 2019 umumnya bawah normal.

Sementara, sifat hujan atas normal terjadi di Aceh bagian selatan, Sumatera bagian utara, Riau bagian tengah, Flores bagian timur, Kalimantan Utara bagian utara, Papua Barat bagian selatan, dan Papua bagian utara.

Perkembangan musim hujan dasarian III November 2019

Berdasarkan jumlah zom, 25 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan dan 75 persen wilayah masih mengalami musim kemarau.

Wilayah yang sudah memasuki musim hujan seperti Aceh, sebagian Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi bagian timur, Sumatera Selatan bagian barat, Jawa Barat bagian tengah, sebagian Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur bagian utara dan selatan, Kalimantan Selatan bagian utara, Sulawesi Utara bagian utara, Sulawesi Tengah bagian tengah, Maluku Utara, sebagian Seram dan Papua bagian utara.

Baca juga: Awal Desember, Mayoritas Wilayah Indonesia Alami Curah Hujan Menengah

Prakiraan hujan Desember

Prakiraan curah hujan dasarian I hingga III Desember 2019 pada umumnya diprakirakan curah hujan berada di kriteria menengah (50–150 mm per dasarian).

Pada dasarian I Desember, hujan kategori tinggi berada di Aceh bagian timur, Sumatera Utara bagian utara, Sumatera Barat, Jambi bagian barat dan pesisir timur, Bengkulu bagian utara, Sumatera Selatan bagian barat, pesisir timur Riau, pesisir utara Bangka, dan Papua bagian Tengah.

"Pada Desember (dasarian) II, hujan kategori tinggi berada di pesisir barat Aceh dan Sumatera Utara serta Papua bagian Tengah. Desember dasarian III wilayah yang diprakirakan mengalami hujan kategori tinggi berada di Papua bagian tengah," ujar Hary.

Berikut peluang curah hujan lebih dari 50 mm, dasarian Desember I hingga Desember III 2019:

Desember I

Curah hujan lebih dari 50 mm berpotensi terjadi di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Kalimantan kecuali pesisir Kalimantan Timur, sebagian Pulau Sulawesi, sebagian Papua Barat, dan Papua

Desember II

Curah hujan lebih dari 50 mm berpeluang terjadi di Sumatera kecuali pesisir timur Aceh dan Sumater Utara, sebagian besar Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua

Desember III

Curah hujan lebih dari 50 mm berpotensi terjadi di Sumatera kecuali pesisir timur Aceh dan Sumatera Utara, sebagian besar Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Hary menambahkan, awal musim hujan tahun 2019/2020 untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jateng akan didominasi mulai akhir November dan awal Desember.

"Sedangkan untuk wilayah Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Papua dan Kalimantan pada bulan awal hingga pertengahan Desember 2019," ucap Hary.

Puncak musim hujan tahun 2019/2020 untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jateng Bali, NTB, Nusa Tenggara Timur terjadi di bulan Februari 2020.

Sementara wilayah Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi, Papua dan Kalimantan pada bulan Maret 2020.

Hary mengimbau masyarakat untuk mewaspadai wilayah-wilayah yang berpotensi banjir selama periode musim hujan 2019/2020.

"Tingkat kewaspadaan lebih pada bulan puncak musim hujan yaitu pada Januari, Februari hingga Maret 2020, khususnya untuk wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua," pungkas Hary.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X