Mimpi Buruk Pemanasan Global (5): Keruntuhan Ekonomi, Perang, dan Mafia

Kompas.com - 08/12/2019, 20:00 WIB
Gambar yang diambil pada 13 Oktober 2019 dari kota Turki Ceylanpinar menunjukkan asap mengepul dari kota perbatasan Suriah Ras al-Ain di tengah pertempuran antara Turki melawan Kurdi. Kurdi mengumumkan mereka menjalin kerja sama dengan pemerintah Suriah demi menghadapi Turki yang menyerang sejak 9 Oktober 2019. AFP/OZAN KOSEGambar yang diambil pada 13 Oktober 2019 dari kota Turki Ceylanpinar menunjukkan asap mengepul dari kota perbatasan Suriah Ras al-Ain di tengah pertempuran antara Turki melawan Kurdi. Kurdi mengumumkan mereka menjalin kerja sama dengan pemerintah Suriah demi menghadapi Turki yang menyerang sejak 9 Oktober 2019.

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan keempat, Mimpi Buruk Pemanasan Global (4): Panas Sekarang Belum Ada Apa-apanya.

KOMPAS.com - Selama dua dekade terakhir, istilah neoliberalisme atau neolib telah jadi kata kotor yang dilempar-lempar saat pemilu.

Namun sebelum itu, neolib adalah paham yang digaungkan sebagai puncak perekonomian di dunia barat.

Neolib mengutamakan privatisasi aset, deregulasi, pajak yang ramah bagi korporasi, dan iklim perdagangan yang bebas.

Selama lima puluh tahun, neolib dijual sebagai janji pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup manusia.

Namun pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan, kini membawa petaka bagi manusia.

Baca juga: Tuhan, Rakyat, dan Neolib, Jurus Ampuh untuk Tarik Simpati

Hutan ditukar dengan permukiman. Udara bersih ditukar dengan kenyamanan berkendara. Air bersih ditukar dengan operasional pabrik-pabrik yang menyediakan pakaian bermerek bagi kita.

Dikutip dari The Uninhabitable Earth: Life After Warming (2019), sejumlah sejarawan dan ekonom tengah mempelajari apa yang disebut dengan "kapitalisme fosil".

Dugaannya, pertumbuhan ekonomi yang dimulai sejak abad ke-18, bukan semata hasil dari inovasi atau perdagangan bebas.

Masifnya pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, dan modernisasi yang kita nikmati sekarang, adalah berkat penemuan cara mengekstraksi fosil menjadi bahan bakar.

Baca juga: Akankah Indonesia Terus Bertahan dengan Bahan Bakar Fosil?

Bahan bakar fosil, mulai dari minyak, batu bara, hingga gas alam, mendorong diciptakannya mesin-mesin penghasil emisi karbon. Mulai dari mobil hingga pembangkit listrik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga China di Malaysia Ini Berusaha Kabur ke Bandara bersama Anak Balitanya yang Diduga Terinfeksi Virus Corona

Warga China di Malaysia Ini Berusaha Kabur ke Bandara bersama Anak Balitanya yang Diduga Terinfeksi Virus Corona

Tren
RSUD Jambi Kirim Sampel Darah Pasien WNA China yang Diduga Terkena Virus Corona ke Jakarta

RSUD Jambi Kirim Sampel Darah Pasien WNA China yang Diduga Terkena Virus Corona ke Jakarta

Tren
BPKP Umumkan Jadwal SKD CPNS di 7 Kota, Ini Daftar Nama dan Sesi Tes

BPKP Umumkan Jadwal SKD CPNS di 7 Kota, Ini Daftar Nama dan Sesi Tes

Tren
Merebaknya Virus Corona, Apakah Bisa Memengaruhi Ekonomi Global?

Merebaknya Virus Corona, Apakah Bisa Memengaruhi Ekonomi Global?

Tren
Diduga Terinfeksi Virus Corona, Bayi Berusia 23 Hari di Hong Kong Masuk Ruang Isolasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, Bayi Berusia 23 Hari di Hong Kong Masuk Ruang Isolasi

Tren
80 Korban Meninggal Virus Corona, Kenali Gejala, Pencegahan dan Perawatannya

80 Korban Meninggal Virus Corona, Kenali Gejala, Pencegahan dan Perawatannya

Tren
Jumlah Kasus Infeksi Virus Corona di 8 Negara Bertambah, Berikut Rinciannya

Jumlah Kasus Infeksi Virus Corona di 8 Negara Bertambah, Berikut Rinciannya

Tren
Dokter Peringatkan, Gejala Virus Corona Bisa Tak Terlihat

Dokter Peringatkan, Gejala Virus Corona Bisa Tak Terlihat

Tren
Jadi Pasien Termuda, Bayi Berusia 9 Bulan Terinfeksi Virus Corona

Jadi Pasien Termuda, Bayi Berusia 9 Bulan Terinfeksi Virus Corona

Tren
Virus Corona Wuhan, SARS, dan MERS: Mana yang Penyebarannya Paling Pesat?

Virus Corona Wuhan, SARS, dan MERS: Mana yang Penyebarannya Paling Pesat?

Tren
30 dari 31 Provinsi di China Terkonfirmasi Adanya Virus Corona

30 dari 31 Provinsi di China Terkonfirmasi Adanya Virus Corona

Tren
WHO Ingatkan Cuci Tangan agar Terhindar dari Virus Corona, Bagaimana Caranya?

WHO Ingatkan Cuci Tangan agar Terhindar dari Virus Corona, Bagaimana Caranya?

Tren
Michael Jordan, Shaquille O'Neal, hingga Mozart, Ini Beberapa Kutipan Terkenal Kobe Bryant

Michael Jordan, Shaquille O'Neal, hingga Mozart, Ini Beberapa Kutipan Terkenal Kobe Bryant

Tren
INFOGRAFIK: Mengenang Legenda NBA Kobe Bryant (1978-2020)

INFOGRAFIK: Mengenang Legenda NBA Kobe Bryant (1978-2020)

Tren
Fakta-fakta tentang Kobe Bryant 'The Black Mamba'

Fakta-fakta tentang Kobe Bryant "The Black Mamba"

Tren
komentar
Close Ads X