[KLARIFIKASI] Viral Anak Kecil Tutup Perlintasan Kereta Api dengan Tali Rafia

Kompas.com - 06/12/2019, 08:37 WIB
Sebuah postingan yang memperlihatkan anak-anak tengah menutup palang perlintasan kereta api dengan tali rafiah. Facebook/Tri Joko RaharjoSebuah postingan yang memperlihatkan anak-anak tengah menutup palang perlintasan kereta api dengan tali rafiah.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

KOMPAS.com - Pihak PT KAI memberikan penjelasan mengenai sebuah gambar viral yang beredar di media sosial Facebook pada Rabu (27/11/2019).

Gambar yang dimaksud ialah foto yang memperlihatkan seorang anak kecil tengah menutup perlintasan kereta api dengan tali rafia.

Narasi pada unggahan yang beredar menyebutkan anak kecil menggunakan tali rafia untuk pengganti palang kereta api.

Lantas, benarkah peristiwa yang terjadi seperti narasi yang beredar? berikut klarifikasi yang dilakukan Kompas.com.

Narasi yang beredar

Salah satu akun yang mengunggah gambar tersebut menyertakan narasi bahwa tali rafia digunakan oleh anak penjaga perlintasan kereta api sebagai pengganti palang pintu.

"Palang kereta api kebumen yang jadi palang penutup anak anak pakai tali rafia..."

Hingga hari ini, Jumat (6/12/2019) pukul 07.00 WIB, unggahan tersebut sudah disukai sebanyak 4,7 ribu kali dan dikomentari sebanyak 270 kali.

Sebuah postingan yang memperlihatkan anak-anak tengah menutup palang perlintasan kereta api dengan tali rafiah.Facebook/Tri Joko Raharjo Sebuah postingan yang memperlihatkan anak-anak tengah menutup palang perlintasan kereta api dengan tali rafiah.

Baca juga: [KLARIFIKASI] Video Siswa Berkelahi dengan Guru karena Ponselnya Disita

Konfirmasi Kompas.com

Saat dikonfirmasi, Vice President (VP) Public Relations PT KAI Edy Kuswoyo membenarkan adanya informasi yang menyebutkan terdapat perlintasan yang hanya dijaga dengan tali rafia.

Lokasinya yakni berada di perlintasan tidak resmi atau tanpa palang pintu perlintasan di KM 452+8 antara stasiun Kebumen- Wonosari.

"Betul, ada anak kecil yang iseng bermain tali di lokasi pelintasan tidak resmi dan tanpa palang pintu tersebut," katanya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (4/12/2019).

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X