Cegah Stunting dengan Konsumsi Telur...

Kompas.com - 06/12/2019, 07:36 WIB
Ilustrasi Balita Stunting ShutterstockIlustrasi Balita Stunting

KOMPAS.com - Sebanyak 13 persen dari 116.000 balita di Karawang, Jawa Barat mengalami stunting.

Berdasarkan laporan Kompas.com, Kamis (5/12/2019), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Nurdin Hidayat mengatakan stunting merupakan kondisi balita yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi, yang menyebabkan terganggunya tumbuh kembang balita.

Tak hanya gangguan fisik, balita yang mengalami stunting dikhawatirkan bakal terganggu tingkat kecerdasannya.

Mengutip laman WHO, stunting biasanya disebabkan karena gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

Indonesia tercatat sebagai negara dengan anak-anak penderita stunting terbesar di ASEAN.

Lalu baimana cara mencegah stunting?

Melansir laman NHS, mengonsumsi satu telur per hari bisa menjadi salah satu cara mencegah stunting.

Penelitian yang melibatkan anak-anak kecil di Ekuador telah membuktikannya.

Riset tersebut diikuti oleh 163 bayi berusia enam hingga sembilan bulan dengan memiliki kondisi kesehatan yang baik.

Baca juga: Mengenal Penyakit Ginjal, dari Penyebab hingga Pencegahannya...

Sumber Protein

Semua bayi yang terlibat dalam riset ini diukur tinggi dan berat badannya saat awal masa dan setelah enam bulan masa riset.

Dalam penelitian, terbukti bahwa bayi yang diberi satu telur sehari selama enam bulan mengalami peningkatan pertumbuhan.

Risiko terhambatnya pertumbuhan pada bayi yang diberi makan satu telur per hari juga berkurang.

Menurut peneliti, telur merupakan sumber protein yang sangat baik dan relatih murah sehingga membantu untuk memastikan anak-anak mendapatkan makanan berkualitas tinggi.

Telur juga bisa menjadi alternatif pangan bagi anak-anak di negara berkembang yang tinggi risikonya untuk mengalami stunting.

Selain itu, bayi yang mengonsumsi satu telur setiap harinya juga lebih sedikit mengonsumsi makanan bergula, seperti permen dan kue.

Hal ini menunjukkan bahwa makan telur dapat membantu mengurangi obesitas di masa kecil.

Pemberian telur ini bisa dilakukan saat bayi berusia sekitar enam hingga delapan bulan, tepat setelah bayi melewati usia menyusui secara ekslusif.

Baca juga: Viral Percobaan Menggoreng Telur di Bawah Sinar Matahari, Ini Penjelasan Ahli LIPI

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X