Hari Ini dalam Sejarah: 15.000 Orang Meninggal karena Kepungan Gas Beracun di Bhopal

Kompas.com - 03/12/2019, 06:05 WIB
Sebuah ledakan terjadi di pabrik pestisida Union Carbide di Bhopal, India merenggut puluhan ribu nyawa pada 3 Desember 1984. ShutterstockSebuah ledakan terjadi di pabrik pestisida Union Carbide di Bhopal, India merenggut puluhan ribu nyawa pada 3 Desember 1984.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Kecelakaan Lion Air JT 538 di Bandara Adi Sumarmo, 23 Orang Tewas

Meski telah terjadi ledakan gas di pabrik, tetapi sirine pabrik baru dibunyikan dua jam setelah penduduk sekitar menjadi korban karena terkena dampaknya.

Sementara itu, polisi dan petugas kesehatan baru datang ke lokasi kejadian pada pagi harinya.

Pemberitaan Harian Kompas, 6 Desember 1984, menyebutkan, dalam tiga hari, lebih dari 1.400 orang meninggal dan sekitar 200.000 orang dirawat di rumah sakit.

Sebagian besar korban meninggal dunia adalah wanita, anak-anak, dan orang lanjut usia yang tidak bisa lari serta mereka yang ketika musibah terjadi dalam keadaan tidur nyenyak.

"Kami merasa tercekik dan mata kami terbakar. Kami hampir tidak bisa melihat jalan di tengah kabut dan suara sirine mengaung. Kami tidak tahu harus lari kemana," kata Ahmad Khan, salah seorang pendudukan Bhopal.

Sementara itu, Mayor Polisi Girish Tiwari mengatakan, semua orang yang masih hidup lari kebingungan.

"Setiap orang bingung. Para ibu tidak tahu bahwa anak-anak mereka sudah mati. Anak-anak pun tidak tahu bahwa ibu mereka mati dan para lelaki tak tahu seluruh keluarganya mati," kata Girish.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Berakhirnya Aksi Terorisme Mematikan di Mumbai

Banyaknya korban meninggal membuat rumah sakit-rumah sakit tak lagi mampu menampung korban.

Mayat-mayat hanya dijajarkan dalam di lapangan rumput dekat tempat penyimpanan mayat.

Britannica mencatat, korban tewas terakhir diperkirakan mencapai 15.000 hingga 20.000 jiwa.

Sementara, sekitar setengah juta orang yang selamat menderita masalah pernapasan, iritasi mata atau kebutaan.

Selain itu, sekitar 10-20 persen dari mereka hilang ingatan dan mengalami kerusakan saraf.

Kendati telah membuat puluhan ribu nyawa melayang, para pemilik pabrik Union Carbide tak ada yang diadili.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Virus Corona di Iran Terus Bertambah, Bagaimana Kondisi WNI?

Kasus Virus Corona di Iran Terus Bertambah, Bagaimana Kondisi WNI?

Tren
Virus Corona, Kapal Diamond Princess dan Permintaan Maaf Menkes Jepang...

Virus Corona, Kapal Diamond Princess dan Permintaan Maaf Menkes Jepang...

Tren
Melihat Kota-Kota di China, Korea dan Italia yang Dikarantina karena Virus Corona

Melihat Kota-Kota di China, Korea dan Italia yang Dikarantina karena Virus Corona

Tren
Musim Hujan, Ini Tips Kelistrikan yang Harus Dipahami Masyarakat

Musim Hujan, Ini Tips Kelistrikan yang Harus Dipahami Masyarakat

Tren
Wabah Virus Corona, Korea Selatan Naikkan Kewaspadaan ke Level Tertinggi

Wabah Virus Corona, Korea Selatan Naikkan Kewaspadaan ke Level Tertinggi

Tren
Meningkat Pesat! Berikut Jumlah Kasus Virus Corona di Italia, Korea Selatan dan Timur Tengah

Meningkat Pesat! Berikut Jumlah Kasus Virus Corona di Italia, Korea Selatan dan Timur Tengah

Tren
Bisa Menularkan Virus Corona, China Kembali Karantina Pasien Sembuh COVID-19

Bisa Menularkan Virus Corona, China Kembali Karantina Pasien Sembuh COVID-19

Tren
Dilema China antara Mengembalikan Ekonomi atau Membendung Penyebaran Virus Corona

Dilema China antara Mengembalikan Ekonomi atau Membendung Penyebaran Virus Corona

Tren
Satu Bulan Isolasi di Wuhan, dari Penyesalan, Kehilangan hingga Berdamai dengan Keadaan

Satu Bulan Isolasi di Wuhan, dari Penyesalan, Kehilangan hingga Berdamai dengan Keadaan

Tren
Viral Sepekan: Bintik Putih pada Ikan Lele hingga Video Tumpukan Batu di Rel

Viral Sepekan: Bintik Putih pada Ikan Lele hingga Video Tumpukan Batu di Rel

Tren
Duta Besar Israel untuk China Dikarantina di Beijing akibat Kekhawatiran Virus Corona

Duta Besar Israel untuk China Dikarantina di Beijing akibat Kekhawatiran Virus Corona

Tren
Indonesia Tidak Lagi Masuk, Berikut Daftar Negara Berkembang Versi WTO

Indonesia Tidak Lagi Masuk, Berikut Daftar Negara Berkembang Versi WTO

Tren
Hilangkan Trauma, Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi Akan Mendapat Pendampingan Psikologi

Hilangkan Trauma, Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi Akan Mendapat Pendampingan Psikologi

Tren
Saat Italia Tutup Sekolahan dan Sepuluh Kota akibat Virus Corona...

Saat Italia Tutup Sekolahan dan Sepuluh Kota akibat Virus Corona...

Tren
Naik 10 Kali Lipat dalam Sepekan, 4 Orang Meninggal dan 556 Kasus Virus Corona di Korsel

Naik 10 Kali Lipat dalam Sepekan, 4 Orang Meninggal dan 556 Kasus Virus Corona di Korsel

Tren
komentar
Close Ads X